Survey Topografi untuk Stake Out Bor

4 2

Panduan Survey dan Pemetaan Areal Tambang – Survey dan pemetaan topografi bertujuan untuk menggambarkan permukaan bumi, yang digambarkan dalam bentuk peta dengan menggunakan skala tertentu. Detail yang digambar berupa detail alam maupun buatan manusia dalam posisi horisontal maupun vertikal. Peta topografi biasanya digunakan sebagai peta dasar untuk membuat peta tematik, seperti peta rencana jalan, peta geologi, peta hidrologi, kemiringan dan lain-lain.

Secara umum tujuan dari kegiatan survey dan pemetaan topografi dengan skala 1 : 2000 atau skala lainnya (tergantung kebutuhan) untuk keperluan eksplorasi batubara dan nikel adalah untuk menyediakan informasi topografi yang berkaitan dengan kepentingan eksplorasi seakurat mungkin baik itu detil topografi maupun detil geologi. Adapun informasi yang disajikan meliputi out crop / singkapan batubara, bentuk detil alam (jalan, rawa, bukit, sungai, dsb), dan penggunaan lahan seperti ladang, kebun, semak dan sebagainya. Informasi tersebut diperlukan dalam perencanaan pekerjaan penambangan pada areal survey tersebut.

Dapat disimpulkan bahwa survey dan pemetaan pada areal tambang (Eksplorasi dan Eksploitasi) pada dasarnya sama dengan survey dan pemetaan yang biasa kita temui. Hal yang membedakan terletak pada pengukuran dan pemetaan daerah prospek tambang yang biasa di sebut dengan blok tambang yang menggunakan sistem grid atau line yang teratur.

Pembuatan blok Tambang

Dalam kegiatan survei dan pemetaan eksplorasi area tambang biasanya akan kita mengenal suatu daerah yang mempunyai prospek untuk di lakukan kegiatan eksplorasi (pencarian dan penelitian) secara lebih mendalam yang biasa di sebut dengan Blok Tambang. Blok tambang ini secara awal di buat dan di rencanakan oleh Tim Geologi yang selanjutnya akan dipetakan di lapangan secara langsung oleh Tim Geodesi (Survei dan Pemetaan).

 Urutan langkah-langkah dari pembuatan Blok Tambang sebagai berikut:

  1. Pembuatan Poligon Utama (Main Polygon). Poligon Utama (Main Polygon) ini dibuat pertama kali setelah pembuatan titik kontrol Bench Mark (BM) selesai dilakukan. Poligon ini menghubungkan antar titik BM sehingga mempunyai ketelitian pengukuran yang paling tinggi karena digunakan sebagai patokan pengikatan poligon-poligon lainnya.
  2. Poligon Baseline / Blok Tambang (Baseline Polygon).  Poligon inimerupakan poligon yang membatasi area prospek tambang atau Blok Tambang yang diikatkan secara sempurna pada Poligon Utama. Selanjutnya poligon ini akan digunakan sebagai dasar ikatan poligon selanjutnya yang mempunyai tingkatan lebih rendah
  3. Poligon Cabang (Branch Polygon). Poligon cabang ini harus terikat secara sempurna pada poligon Baseline sehingga mempunyai ketelitian dan tingkatan yang lebih rendah dibanding dengan poligon Baseline. Walaupun demikian ketelitian poligon harus tetap memenuhi ketelitian minimum pengukuran yang ditetapkan karena sangat berguna untuk menentukan letak titik bor secara tepat di posisinya.
  4. Penentuan Letak Titik Bor (Drill Hole) Pengukuran untuk menentukan letak titik bor ini merupakan langkah terakhir yang dilakukan Tim Geodesi dalam kegiatan Eksplorasi khususnya dalam penentuan Proposed Drill Hole. Pengukuran letak Titik Bor ini dilakukan dengan jalan mengikatkan jalur pengukuran pada Poligon Cabang. Metode pengukuran yang biasa dilakukan dalam menentukan letak Drill Hole ini adalah Metode Stake Out. Jadi koordinat rencana Drill Hole yang telah ada di peta kita cari dan tentukan di lapangan (Stake Out). Pengukuran dengan Metode Stake Out ini harus diikatkan secara sempurna pada Poligon Cabang untuk mendekati titik bor tujuan yang kita rencanakan secara optimal.

Pengukuran Proposed Drill Hole dan End of Drill

Tugas Total Station Survey yang biasa dilakukan setelah pembuatan baseline blok tambang adalah penentuan titik bor (Proposed Drill Hole). Penentuan titik ini dimulai dari titik bor per 100 meter, dilanjutkan per 50 meter dan terakhir jarak per 25 meter. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menentukan titik rencana sampai dengan jarak 12,5 meter. Pengukuran titik rencana bor (Proposed Drill Hole) ini lebih efektif dilakukan dengan metode Stake Out. Selanjutnya apabila bor selesai dilakukan, tugas selanjutnya adalah pengukuran titik bor yang telah selesai (End Of Drill).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s