Menghitung Volume Gamping dengan Data GPR/Georadar

Menghitung volume suatu batuan atau objek yang ada di bawah tanah seperti gamping, mineral(emas, biji besi dan lainya), pasir dan sumber daya lainya bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan metode GPR/Georadar yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik untuk mengidentifikasi batuan gamping di  daearh Samit. Peruntukanya untuk pondasi jalan dan pengerasan lainya.

Pemilihan metode GPR sendiri dilakukan karena batuan gamping yang ada merupakan batuan gamping skunder yang relatif berbentuk lapisan atau mempunya ukuran yang besar baik yang lateral maupun vertikal. Pemilihan metode ini baik untuk sumber daya yang secara geologi diendapkan secara berlapis atau lateral tidak spot dan boulder serperti halnya sumber daya biji besi dan emas, sedangkan sumber daya yang relatif membentuk lapisan seperti gamping, batubara, pasir, biji besi skunder(pasir besi) dan lainya sebaiknya menggunakan metode yang mempunya resoluasi secara vertikal baik. Diantara metode yang secara vertikal baik(thickness dan lateralnya) adalah GPR. seismik. Sedangkan untuk sumber daya yang berupa float, boulder dan spot-spot sebaiknya menggunakan metode yang memanfaatkan sumber arus listrik dan sumber alam lain seperti resistivity-IP, CSAMT,MT dan lainya.

Perhitungan volume gamping menggunakan metode GPR bisa dimulai dengan menggrid lintasan yang diduga mempunyai potensi di daerah tersebut sehingga data yang grid tadi akan mengkorelasi tiap lapisan yang ada di data dan bisa diinterpolasi antar lapisanya sehingga membentuk satu kesatuan bodi atau sumber daya.

Setelah melakukan grid lintasan, proses selanjutnya adalah memilih parameter yang pas pada saat melakukan pengambilan data sehingga data yang diambil optimal dan maksimal. pemilihan parameter pada GPR sendiri butuh beberapa pengalaman dan pengetahuan sehingga tidak mudah untuk melakukanya.

Selain pemilihan parameter, pengolahan data juga sering menjadi kendala, yaitu ketika merujuk pada tujuan akhirnya sumber daya terkira maka butuh suatu flow pengolahan data yang memungkinkan hasil dari data GPR tersebut akan membentuk suatu objek dalam satu kesatuan, sedangkan data yang ada berupa lintasan yang antar lintasanya kosong atau tidak ada data. Pengolahan data GPR bisa menggunakan software-software yang biasa digunakan seperti reflex, vista, reflex quick dan lainya yang akan menampilkan penampang 2D dan beberapa informasi lapisan dibawahnya.

Dari hasil pengolahan data tersebut maka akan diinterpolasi menggunakan software lanjutan yang akan membentuk dan membangun suatu kesatuan tiap lapisan yang ada sehingga terbentuk bodi dan bisa di hitung volumenya. Sperti gambar di bawah, volume batuan gamping menampilkan data dari tiap lintasan, topografi tiap lintasan dan area sekitar dan juga depth atau kedalaman dari batuan gamping itu sendiri.

3

 

statisdata1

model 1model 2

 

Tlp: 082114266358

Email:roni12404027@gmail.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s