Pemodelan Bawah Permukaan data GPR untuk Rawa


Batubara?Biasanya orang selalu menghubung-hubungkan dengan pengeboran dan site visit atau survey tinjau untuk mengetahui keberadaan dan kemenerusan benda ini, tetapi sangat sedikit yang memanfaatkan metode tidak langsung yang dalam proses surveynya bisa menghemat waktu, biaya dan lainya yang tentu saja si Bos besar akan senang jika kemudahan dalam eksplorasi batubara dapat lebih mudah, murah dan efisien.

Beberapa postingan sebelumnya sudah menjelaskan metode yang tidak langsung ini (GPR) untuk mengidentifikasi batubara, bukan metode lain tidak bagus tapi dilihat dari efisiensi dan kemampuan alat dan medan yang tidak mudah yang sebut saja rawa yang bergambut dan berilalang tinggi. Dalam kasus lain yang mempunya lokasi yang relatif mudah orang-orang geologi (biasanya yang menjadi pengambil keputusan dalam survey lapangan di suatu perusahaan) mengenalkan metode Geolistrik yang notabene mereka kenal (sebagian orang tambang juga) untuk mengidentifikasi batubara. Bukan tanpa alasan tetapi mereka lebih banyak mengenal geolistrik dari pada metode lain karena dari sejak kuliah mereka sudah mengenal dan melakukan praktikum di kampusnya dengan metode geolistrik.

Metode GPR dengan berbagai merk dan tipe frekuensi yang dipakai membuat orang sulit untuk memilih karena setiap tujuan lapangan harus tahu kebutuhanya buat apa, kedalamanya berapa, objek yang di cari apa dan lainya, dan kebanyakan orang terutama geologi dan geofisika akan menempatkan metode ini untuk kebutuhan sipil atau objek-objek yang ada di sekitar beton, pindasi, jalan rawa dan lainya.

Memang betul metode GPR banyak digunakan untuk identifikasi retakan beton, amblasan, utulitas bawah permukaan berupa kabel, pipa dan lainya tetapi GPR juga mempunya frekuensi rendah yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi area yang dalam yang berupa lapisan, yang sering digunakan adalah frekuensi 30MHz dengan bentangan kabel seperti ular dan ditarik sehingga gelombang yang dikeluarkan dari transmitter akan ditangkap oleh receiver dan menampilkan respon-respon trace (amplitudo) yang jika digabungkan akan membentuk suatu penampang yang isinya berupa lapisan-lapisan bawah permukaan.

kedalaman rawa section

Hasil GPR untuk kedalaman rawa

kedalaman rawa tanpa koreksi

Pemodelan Rawa dari Data GPR

kedalaman rawa koreksi

Pemodelan Rawa dikoreksi Topo

Iklan