Rental Alat-alat Geofisika

Berikut alat-alat yang di rentalkan di Seisxplore Geosurvey:

  • Alat Ground Penetrating Radar/GPR/Georadar
    • Merk Mala RTA 25MHz
      • IMG-20160201-WA0002
    • Merk GSSI 200 dan 400 MHz
      • u3
    • Merk IDS 200 dan 600 MHz
      • DSCN1199
    • Merk Opera Duo 250 dan 650 MHz
      • OPERA DUO 2.jpg
  • Ground Magnetik
    • Geometric G-856
      • mag1-a
    • PMG-1
    • GSM-19T
      • 20171215_133609
  • Seismik
    • Seismik Refleksi dan Refraksi 24 dan 48 Channel dari Geometric
    • Downhole Seismic OYO kedalaman sampai 30m
    • Seismik SBP single dan Multibeam
  • Gravity
    • Scientrex
    • Lacoste & Rosberg
  • Geolistrik dan IP
    • Ares 1 dan 2 (48,72,96 channel) spasi 5, 10, 15 dan 20m.
    • Supersting R8 (28 dan 56 channel), spasi 10m dan 25m.
    • SField/Geores Multichannel (48 channel) spasi 5 dan 10m.
    • Naniura single dan semi multichannel (sounding dan Semi Multichannel 41 channel)
Iklan

Ares II untuk Identifikasi Batuan Andesit

Ares II hampir sama dengan Ares I tetapi mengalami perubahan dalam menu dan pembacaan channel atau datum dalam sekali injeksi. Dalam Ares I sering kali pengukuran menunggu waktu yang cukup lama dengan estimasi hampir 2jam lebih tetapi dengan ares II bisa lebih cepat bahkan 5kali lebih cepat di bandingkan ares I. Ares II memungkinkan membaca channel dalam pengukuran sampai 10 channel, jika ares I cuma 1 channel. Dibandingkan dengan supersting yang hanya 8channel tetapi secara kualitas masih bagus supersting (pembacaan IPnya).

Kemudahan Ares yaitu hampir semua komponen pelengkap bisa di modifikasi dengan bahan-bahan komponen yang ada di Indonesia sedangakn Supersting sangat sulit dan bahkan tidak bisa di ganti dengan spare part dalam negri.

Selain kemudahan dalam spare part, kemudahan juga dalam modifikasi spasi elektroda dengan menggunakan kabel yang ada, misal spasi 5, 10, 15 dan seterusnya tergantung kebutuhan karena bawaan asli dari Ares sendiri hanya menyediakan spasi 5m.

Selain spasi, Ares bisa juga dimodifikasi dalam hal saluran channel atau switchbox seperti 24, 48,72, dan 96 channel sehingga penggunaan di lapangan sangat fleksible dan bisa di sesuaikan dengan kebutuhan yang ada tanpa harus membeli perangkat baru dari pabrikan.

20180118_131638.jpgIMG-20180121-WA0024IMG-20180121-WA0026

 

Hubungi Kami:

Tlp: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com

Survey Geolistrik untuk Galian C atau Andesit

Survey geolistrik sudah sangat dikenal oleh sebagian banyak orang yang bergelut di bidang pertambangan, khususnya galian C, bisa galian pasir, andesit, gamping dan lainya. Dimensi yang cukup besar dan tebal memudahkan dalam tahap interpretasi dan pengolahan data sekalipun menggunakan alat lokal seperti naniura, S-field(Geores) ataupun menggunakan alat luar seperti ARES dan Supersting.

Banyaknya orang geologi atau tambang yang menggunakan jasa geolistrik karena sangat membantu dalam hal perhitungan volume dan juga sebagai syarat dalam pengajuan penambangan galian C tersebut.

selain kebutuhan diatas, geolistrik membantu juga mengestimasi zonasi lapisan lapuk, galian C yang lapuk dan yang segar nya sehingga estimasi penambangan lebih akurat di tambah dengan data sampel Bor.

Data geolistrik dengan pengolahan data yang standar masih bisa mengestimasi zona dan volume yang mendekati keadaan lapangan karena dimensinya yang besar, tetapi untuk identifikasi struktur dan zona rekahan memang butuh konfigurasi khusus dan juga adanya pemilihan alat yang pas.

Seisxplore Geosurvey menyajikan jasa pengukuran baik menggunakan alat lokal seperti naniura, geores, dan merk lain juga menggunakan alat luar seperti Ares, Supersting dan merk lainya. selain menyewakan alat dan personil, juga menyajikan berbagai pengolahan data dan pemodelan sampai dengan volume target yang diinginkan dengan menggunakan software berlisensi(Resmi).

Capture line 5-2

pemodelan geofisika dari data resistivitas diperlukan untuk memudahkan, menganalogikan kondisi bawah permukaan secara geologi sehingga dibutuhkan zonasi dan klasifikasi zona nilai resistivitas pada penampang. zonasi nilai bisa dibedakan menurut label nilai yang korelasinya dengan batuan ataupun secara geologi yaitu zona-zona struktur untuk menentukan adanya sebaran dan kemenrusan dari tiap batuan dibawah permukaan.

Capture line 5

pemodelan bisa dilakukan di penampang yang merupakan cakupan 2dimensi, sedangkan pemodelan juga bisa diterapkan di cakupan 3dimensi yang mana nilai dan zonasinya berdasarkan nilai resistivitasnya.

Capture1Capture2

Dalam pemodelan 3D data resistivitas untuk identifikasi batuan andesit atau Galian C mempunyai range nilai yang biasanya diatas 100 ohm.m, tetapi kadang dengan kondisi dan pengaruh struktur maka nilai resistivitas bisa berbeda. range nilai itu bisa di kategorikan sebagai zona nilai yang sama dan dapat dimodelkan dalam warna yang mempunyai nilai tertentu. satu nilai akan membentuk model atau biasa dinamakan isochron.

Penentuan Nilai Batuan Andesit dari data Resistivitas

penentuan nilai resistivitas sangat erat kaitanya dengan pemakaian jenis alatnya. pengukuran didaerah dengan potensi galian C seperti batuan andesit, pasir, gamping dan sejenisnya umunya menggunakan alat yang relatif murah dan biasanya menggunakan alat semi manual atau multichannel yang buatan lokal. kstabilan alat sangat mempengaruhi nilai dan hasil resistivitas dilapangan. secara umum nilai yang didapat dari pengukuran dengan dimensi batuan andesit yang besar tidak terlalu signifikan jika menggunakan alat yang mahal sekalipun tetapi perbedaan akan terlihat di gradasi nilai dan pola-pola yang dihasilkan dari nilai resistivitas tersebut. Jika menggunakan alat seperti supersting atau Iris sekalipun maka yang terlihat adalah sisipan dan zona lemah dari setiap rekahan dan batas antar batuan akan terlihat lebih jelas dan datanya akan stabil.

line 6-1.jpg

section.PNG

 

Tlp: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com

Pemodelan Batuan Andesit 3 Dimensi dari Data Naniura

Beberapa postingan sebelumnya menyajikan pemodelan yang sama yaitu batuan andesit, breksi dan batuan yang ada dilingkungan sekitarnya, kadang pemodelan batuan atau mineral akan berbeda jika alat yang digunakan berbeda karena tingkat ketelitianya yang berbeda pula. Pengambilan data sekarang menggunakan Naniura yaitu alat resistivity atau geolistrik yang masih menggunakan single channel dan masih manual cara pengambilan datanya sehingga baik pengambilan data, proses input data dan efektifitasnya lebih lama. Pengambilan data menggunakan Naniura masih bagus ketika alat selalu dikalibrasi dan dicek komponen dalamnya sehingga pembacaan dan pengambilan datanya masih mendekati ketelitian yang bagus.

Dari data Naniura yang berbeda adalah input data, setelah melakukan pengambilan data dan dicatat dalam logbook konfigurasi, maka catatan itu ditulis ulang dalam excel dan dilakukan proses inversi. Dari data inversi itu dilakukan pemodelan data sehingga model bawah permukaan batuan andesit, soil, pasir dan breksi akan terlihat kemenerusan dan polanya.

 

model 1

 

model 4

 

Tlp: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com

Pemodelan Batuan Andesit dari data Naniura

Pemodelan data geolistrik sangat bergantung pada data yang didapatkan dari lapangan. Penggunaan alat geolistrik sangat menentukan apakah alat mempunyai kualitas baik atau kurang baik. Penggunaan alat dengan Supersting, Zonge, Iris, ARES, S-Field ataupun Naniura mempunya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tetapi yang jelas Iris, Zonge dan Supersting paling unggul dalam kualitas data dan efektifitas pengukuran dibandingkan dengan merk lain. Tetapi penggunaan alat dengan selain 3 alat diatas bukan berarti tidak bagus melainkan pada peruntukan dan kebutuhanya masih bisa digunakan dengan baik. Misal untuk pengukuran geolistrik dengan menggunakan Naniura untuk eksplorasi batuan andesit atau batuan produk gunung api masih bisa dikatakan bagus karena dimensi yang dicari besar, apalagi alat Naniura yang digunakan sering dikalibrasi dengan alat yang sudah bagus. Kalibrasi yang rutin dan kontinu akan mengurangi resiko deviasi nilai disaat pengukuran.

Dibawah ini adalah contoh hasil pengukuran dengan menggunakan alat Naniura 41 elektroda.

Line 3 1

Line 3

zonasi model bawah permukaan data geolistrik berdasarkan range nilai resistivitasnya. Nilai resistivitas dalam data bisa dikorelasi dengan data kalibrasi batuan yang ada dilapangan sehingga pendekatan zonasi nilai untuk batuan bawah permukaan bisa lebih mendekati.

Batuan beku seperti andesit, vulkanik dan breksi bisa dibedakan dari nilai resistivitas dan pola model bawah permukaanya. Misalnya untuk produk gunung api atau larva, cenderung mempunyai pola yang ngikutin pola cekungan dan bantal atau terendapkan pada suatu tempat yang rendah. Pola bantal atau endapan yang terjadi merupakan lelehan lahar yang mengeras dan yang paling mudah adalah mempunyai penebalan dan penipisan pada dimensi larvanya.

 

Tlp: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com