Identifikasi Rembesan Air Laut atau Abrasi di Area Dekat Laut dengan Metode Geolistrik

Dalam metode geolistrik, nilai resistivitas batuan yang mengandung air atau porositasnya tinggi akan terlihat jelas dibandingkan dengan batuan yang relatif kompak. porositas suatu batuan akan terisi oleh fluida yang mengisi kekosongan tersebut baik air atau cairan lain yang ada di bawah permukaan. Area dekat laut akan memungkinkan batuan yang berporotas tinggi ini akan menyerap air yang dari air laut dan mengendap di dalamnya dan karakternya akan berbeda dengan air yang bukan air laut (air tawar).

Dalam kaitanya dengan bangunan, air laut akan mengakibatkan korosi atau menjadikan bangunan tidak tahan lama sehingga perlu dilakukan penanganan khusus untuk menghambat korosinya. Identifikasi air laut atau abrasi dengan metode geolistrik akan memperlihatkan nilai resistivitas yang cukup kecil yang biasanya di bawah 10 ohm.m atau bahkan sampai nol koma ohm.m.

Model di bawah merupakan penampang 2-D data geolistrik yang memperlihatkan sebaran nilai resistivitas. Warna biru merupakan kandungan air laut yang terdapat di bawah permukaan dengan karakter yang khas yaitu ada jalur dari permukaan dan di salurkan ke tempat lain dan di endapkan di bawah permukaan.

Kontak Kami:

Phone: +62-82114266358

Email: roni12404027@gmail.com

Investigasi Rekatan dan Kebocoran pada Bendungan dengan Metode GPR

Kontak Kami:

Phone: +62-82114266358

Email: roni12404027@gmail.com

Memetakan Pipa atau Kabel Existing dengan Metode GPR

Metode GPR atau Ground Penetrating Radar merupakan metode geofisika yang secara teknis tidak secara langsung menyentuh objek atau dengan kata lain hanya mengukur di permukaan dan bisa di dapatkan respon bawah permukaan seperti indikasi pipa, kabel, boulder, concrete, lapisan dan lainya.

Identifikasi utilitas atau objek silinder bawah permukaan dengan kedalaman yang dangkal (antara 0-5m) sangat efektif menggunakan alat ini karena secara real time bisa di lihat indikasinya. Beragam frekuensi dalam alat GPR yang berbeda peruntukanya, untuk kedalaman yang dangkal bisa menggunakan frekuensi 100MHz sampai 600MHz. Untuk kedalaman yang lebih dari itu bisa menggunakan frekuensi <100MHz.

Eksplorasi Batubara dengan metode Georadar atau GPR

Data georadar diambil dengan menggunakan ProEX dengan frekuensi 25 MHz dan juga bisa menggunakan UltraGPR dengan multi frekuensi dengan kedalaman 60-120m. Teknis pengambilan data Georadar dapat dilakukan dengan time based atau keyboard based. Untuk lintasan yang bersih, misalkan tidak ada variasi topografi yang signifikan dapat dilakukan dengan cara time based. Sementara pada daerah dengan topografi yang signifikan seperti sebaiknya dilakukan dengan keyboard based. Data Georadar yang telah diambil dapat dilihat langsung hasilnya secara kasar, dan dapat ditentukan apakah perlu dilakukan pengukuran ulang atau tidak. Pengnambilan data dilakukan dengan 2 cara yaitu secara menerusan dan statis. Secara menerus mengukur sepanjang lintasan yang sudah disiapkan sedangkan pengukuran statis dilakukan di suatu titik tertentu untuk mengontrol data secara vertikal.

Pengolahan data dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap pengolahan data di lapangan( field processing) sedangkan tahap kedua tahap final(advance processing). Tahap pengoalahan data pertama bisa dilakukan secara bertahap setelah data pengukuran sudah selesai diambil untuk mengetahui data sudah layak dilakukan proses lanjut atau harus diulang, sedangkan tahap kedua yaitu tahap interpretasi dalam bawah permukaan berupa interpretasi lapisan, batas lapisan,kemenerusan secara lateral dan vertikal dan juga gambaran sebaran secara 3-D.Dalam identifikasi batubara interpretasi yang penting dilakukan adalah memisahkan seam-seam batubara yang relatif banyak dan kalaupun tidak terlalu banyak akan mempermudah interpretasi. Pola diping batubara dan perlapisan batuan akan menjadi konsen penting dalam melihat kemenerusan batubara apakah ada struktur yang menyebabkan tidak menerus atau lainya dalam hal ini dibutuhkan data tambahan seperti data diping batubara, data log atau data geologi lain untuk menunjang interpretasi.

Investigasi Sumber Mata Air dengan Metode Geolistrik GeoResist

metode geolistrik membantu menginvestigasi adanya sumber mata air, air permukaan ataupun akuifer yang ketiganya mempunyai ciri khas baik dalam karakter strukturnya atau lokasi keberadaanya.

Alat yang digunakan menggunakan alat single channel dengan dibuatkan switchbox sehingga bisa dilakukan pengukuran 2-D. Injeksi arus listriknya dilakukan secara manual tetapi akurasinya tidak jauh berbeda jika alatnya rutin di kalibrasi dengan alat-alat yang lebih bagus sensitifitasnya. Sebelum dilakukan pengukuran dilakukan terlebih dahulu survey tinjau untuk melihat struktur, pola sedimentasi dan topografinya sehingga kita bisa mengklasifikasi model air apa yang terkandung di bawah permukaan.

Kontak Kami:

CP: Roni

Phone: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com

Pengukuran Microgravity menggunakan Scintrex CG-5

Metode microgravity merupakan metode yang pada dasarnya survey gravity tetapi pelaksanaanya sedikit berbeda seperti spasi antar titik yang relatif rapat, target yang dicari lebih kecil dimensinya dan juga area yang disurvey relatif lebih kecil.

Survey microgravity banyak digunakan dalam pekerjaan kontruksi dan bidang sipil yang bertujuan untuk mengidentifikasi adanya objek-objek bawah permukaan dengan pendekatan nilai densitasnya.

Alat yang digunakan merupakan merk Scintrex dengan spesifikasi yang relatif berbeda dengan alat lain seperti Lacoste Rosberg karena di alat Scintrex sudah terkalibrasi koreksi pasang surut dan drift nya sehingga dalam pengolahan datanya relatif lebih mudah.

Kontak Kami:

CP: Roni

Phone: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com

ESTIMASI SEBARAN DENSITAS DATA MICROGRAVITY UNTUK BIDANG SIPIL DAN KONTRUKSI

Di bidang sipil dan kontruksi erat kaitanya dengan kekerasan dan kekuatan lapisan bawah permukaan atau sedimen dan parameter yang sering dibutuhkan adalah densitas yang berhubungan dengan kekerasan batuan. Untuk mendapatkan nilai densitas ini bisa dilakukan uji lab dari data sampel bor atau pengukuran geofisika seperti survey gaya berat atau metode gravity. Kebutuhan di area kontruksi biasanya tidaklah luas sehingga dibutuhkan cakupan kedalaman yang relatif dangkal dan spasi antar titiknya rapat. Dalam eksplorasi pertambangan dan perminyakan spasi antar titik biasanya lebih dari 500m sedangkan untuk bidang sipil dan kontruksi sekitar 25m atau kurang.

Pemodelan densitas ini didapatkan dari proses inversi yang didapatkan dari anomaly bouguer. Hasil pemodelan densitas ini akan di korelasikan dan digunakan untuk penentuan kerangka model kontruksi seperti pemancangan, pondasi dan lainya.

Kontak Kami:

Phone: +62-82114266358

Email: roni12404027@gmail.com