Identifikasi MultiSeam Batubara dengan Metode GPR atau Georadar

Metode geofisika merupakan metode tidak langsung yang digunakan untuk membantu identifikasi berbagai sumber daya alam khususnya batubara. Metode yang relatif lebih cepat,efisien dan mempunyai resolusi tinggi adalah metode GPR atau Georadar (Ground Penetrating Radar).

Pemilihan metode ini harus berdasarkan beberapa kriteria yaitu:

  • Sumber daya yang akan di identifikasi merupakan hasil sedimentasi atau berbentuk layer atau lapisan.
  • mempunyai kedalaman kurang dari 100m.
  • tidak mempunya topografi yang kemiringanya lebih dari 60 derajat (opsional).

Metode ini beberapa kali digunakan untuk identifikasi batubara dengan lokasi rawa dan mempunya nilai kebasahan yang tinggi. Kontras antara sedimen dengan rawa akan terlihat jelas dengan adanya batas lapisan yang menerus. Karena resolusinya tinggi (mensamping ketebalan sampai 40cm) maka sangat memungkinkan untuk menerka dan mengidentifikasi kemenerusan batubara yang berlapisa- lapisa (multiseam). Hasil di bawah adalah data GPR dengan melewati area yang mempunyai seam batubara yang lebih dari 10 seam.

Picture1


Hasil GPR untuk Multiseam batubara

Iklan

Idenfitikasi Pasir Lepas dengan Metode Georadar

model 1model 2model 3model 4

Menghitung Volume Gamping dengan Data GPR/Georadar

Menghitung volume suatu batuan atau objek yang ada di bawah tanah seperti gamping, mineral(emas, biji besi dan lainya), pasir dan sumber daya lainya bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan metode GPR/Georadar yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik untuk mengidentifikasi batuan gamping diĀ  daearh Samit. Peruntukanya untuk pondasi jalan dan pengerasan lainya.

Pemilihan metode GPR sendiri dilakukan karena batuan gamping yang ada merupakan batuan gamping skunder yang relatif berbentuk lapisan atau mempunya ukuran yang besar baik yang lateral maupun vertikal. Pemilihan metode ini baik untuk sumber daya yang secara geologi diendapkan secara berlapis atau lateral tidak spot dan boulder serperti halnya sumber daya biji besi dan emas, sedangkan sumber daya yang relatif membentuk lapisan seperti gamping, batubara, pasir, biji besi skunder(pasir besi) dan lainya sebaiknya menggunakan metode yang mempunya resoluasi secara vertikal baik. Diantara metode yang secara vertikal baik(thickness dan lateralnya) adalah GPR. seismik. Sedangkan untuk sumber daya yang berupa float, boulder dan spot-spot sebaiknya menggunakan metode yang memanfaatkan sumber arus listrik dan sumber alam lain seperti resistivity-IP, CSAMT,MT dan lainya.

Perhitungan volume gamping menggunakan metode GPR bisa dimulai dengan menggrid lintasan yang diduga mempunyai potensi di daerah tersebut sehingga data yang grid tadi akan mengkorelasi tiap lapisan yang ada di data dan bisa diinterpolasi antar lapisanya sehingga membentuk satu kesatuan bodi atau sumber daya.

Setelah melakukan grid lintasan, proses selanjutnya adalah memilih parameter yang pas pada saat melakukan pengambilan data sehingga data yang diambil optimal dan maksimal. pemilihan parameter pada GPR sendiri butuh beberapa pengalaman dan pengetahuan sehingga tidak mudah untuk melakukanya.

Selain pemilihan parameter, pengolahan data juga sering menjadi kendala, yaitu ketika merujuk pada tujuan akhirnya sumber daya terkira maka butuh suatu flow pengolahan data yang memungkinkan hasil dari data GPR tersebut akan membentuk suatu objek dalam satu kesatuan, sedangkan data yang ada berupa lintasan yang antar lintasanya kosong atau tidak ada data. Pengolahan data GPR bisa menggunakan software-software yang biasa digunakan seperti reflex, vista, reflex quick dan lainya yang akan menampilkan penampang 2D dan beberapa informasi lapisan dibawahnya.

Dari hasil pengolahan data tersebut maka akan diinterpolasi menggunakan software lanjutan yang akan membentuk dan membangun suatu kesatuan tiap lapisan yang ada sehingga terbentuk bodi dan bisa di hitung volumenya. Sperti gambar di bawah, volume batuan gamping menampilkan data dari tiap lintasan, topografi tiap lintasan dan area sekitar dan juga depth atau kedalaman dari batuan gamping itu sendiri.

3

 

statisdata1

model 1model 2

 

Tlp: 082114266358

Email:roni12404027@gmail.com

Investigasi Cavity dengan Metode GPR

20170924_084923.jpg

M2X5.png

 

Kontak Kami:

Tlp: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com

Metode Geofisika/Georadar untuk Eksplorasi Batubara

 

coal4-1-2

Identifikasi batubara dengan menggunakan metode GPR sudah lama (2008) kami lakukan, baik dari karakter, struktur dan lainya sangat banyak membantu untuk tahap eksplorasi terutama ketika ada pengembangan, pengecekan kemenerusan outcrop dan lainya.

Survey GPR sendiri sangat cepat dan mudah sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk tahap eksplorasi dan juga biaya yang lebih murah dibandingkan dengan bor yang rapat.

Identifikasi batubara sendiri bisa didekati dengan pendekatan analisis spectrum, korelasi data logging dan kemenerusan secara geologi. Interpretasi gabungan ini akan memvalidasi data yang sudah ada sehingga keyakinan akan bertambah.

Pola yang terlihat pada data bahwa lapisan itu batubara adalah kemenerusan yang jelas, sehingga membedakan antara sedimen di sekitarnya.

Identifikasi Batubara dengan Metode GPR di Kalimantan

coal1-1

Identifikasi batubara dengan menggunakan metode GPR sudah lama (2008) kami lakukan, baik dari karakter, struktur dan lainya sangat banyak membantu untuk tahap eksplorasi terutama ketika ada pengembangan, pecengecekan kemenerusan outcrop dan lainya.

Survey GPR sendiri sangat cepat dan mudah sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk tahap eksplorasi dan juga biaya yang lebih murah dibandingkan dengan bor yang rapat.

Identifikasi batubara sendiri bisa didekati dengan pendekatan analisis spectrum, korelasi data logging dan kemenerusan secara geologi. Interpretasi gabungan ini akan memvalidasi data yang sudah ada sehingga keyakinan akan bertambah.