Proyek Magnetik

Survey Magnetik banyak digunakan untuk eksplorasi mineral, minyak dan gas bumi,arkeologi, dan kebutuhan lainya.Pendekatan yang dilakukan yaitu nilai susceptibilitas atau kerentanan suatu benda atau objek sehingga bisa diklasifikasikan kedalaman beberapa kelompok nilai apakah masuk ke benda tidak bermagnet,bermagnet sedang atau bermagnet tinggi.

Untuk eksplorasi batubara,metode magnet bagus diterapkan ketika lingkungan geologinya berupa batuan gunung api atau batuan andesit,karena memudahkan analisa dan interpretasi. Sepanjang pengalaman dan korelasi dengan data bor dan mapping,batubara terdapat pada daerah sedimen dan biasanya ada batas kontak antara batuan vulkanik atau andesit. Tetapi tidak semua di sedimen terdapat batubara, makanya data pendukung seperti data outcrop dan mapping penting untuk menunjang interpretasi tetapi dengan melihat geologi regional jika tidak terdapat data bor/outcrop/mapping sudah sangat membantu akan keterdapatan batubara.Diantara daerah-daerah yang mempunyai lingkungan geologi batuan gunung api dan andesit seperti hampir seluruh wilayah Sumatera bagian tengan dan selatan, Kalimantan tengah bagian tengah,Kalimantan Barat,Sulawesi dll.

Eksplorasi mineral seperti mangan,biji besi,bauksit,pasir besi kadang membutuhkan beberapa metode untuk mendapatkan gambaran yang meyakinkan,tetapi banyak juga beberapa metode sudah di gunakan tapi hasilnya tidak memuaskan. Kondisi geologi yang komplek kadang menjadi tantangan untuk melakukan plan pengukuran baik metode yang akan di terapkan,spasi linatasan,data pendukung dan lainya akan membantu mengurangi keyakinan dalam interpretasi. Metode magnetik untuk eksplorasi mineral biasanya didukung dengan metode IP/Resis/GPR yang berfungsi untuk mengontrol resolusi vertikal dan untuk kontrol kedalaman yang tidak bagus didapatkan oleh metode magnetik.Data kontrol seperti data bor/tespit,outcrop atau mapping sangat membantu untuk mengarahkan eksplorasi yang baik dan arah pengembanganya.

Beberapa survey yang telah dilakukan kami diantaranya adalah:

  1. Eksplorasi Batubara [metaslider id=1905]c1
    • Memang terlihat tidak umum ketika eksplorasi batubara menggunakan metode magnet,tetapi tidak semua daerah yang mempunyai sumber daya batubara tidak bisa didekati pencarianya dengan metode ini,di daerah sedimen seperti kalimantan dan daerah lainya metode yang lebih efisien adalah GPR(Ground Penetrating Radar/GPR) dan Seismik. Ketika berbicara batubara di daerah batuan beku bukan berarti batubara ada di batuan tersebut tetapi pada umumnya batubara merupakan sumber daya yang erat kaitanya dengan sedimen. Metode magnet ini akan sangat berguna ketika batubara terdapat didaerah tersebut karena hampir secara regional tertutup dengan batuan beku tersebut, dan ketika ada sedimen kemungkinan besar terdapat kandungan batubara. Pemisahan batuban beku dan sedimen inilah yang dimanfaatkan untuk mengidentifikasi batubara karena nilai kemagnetan batuan beku dan sedimen berbeda jauh. Dan sebagian besar yang mempunyai sebaran batuan beku mempunyai endapan-endapan atau sedimentasi mempunya kandungan batubara, dan batubara yang terkandung mempunyai kalori yang cukup tinggi. Pengalaman yang sudah dilakukan di daerah Bengkulu dan sekitarnya, metode magnet sangat membantu untuk efisiensi titik bor dan sebagian besar 80% sedimen di sana mengandung batubara.
  2. Eksplorasi Mineral
    1. Mangan [metaslider id=1894]mn4-1
      • Eksplorasi mangan memang sulit dibandingkan dengan mineral lainya(selain emas) karena dimensinya yang relatif kecil dan kalaupun ada mangan berlapis sangat bervariasi dan rata-rata mempunya ketebalan yang tipis. Metode Magneti lebih efisien jika mangan merupakan nodul-nodul yang sebaranya biasanya lateral dan dangkal yang pada umumnya berkorelasi dengan batuan lempung atau clay. Metode lain yang lebih efisien ketika mangan berupa layering dengan menggunakan GPR/Georadar atau Seismik sehingga ketebalan dan kemenerusan lebih jelas terlihat. Pengetahuan geologi dan pengetahuan daerah sekitar survey akan sangat membantu untuk tahap interpretasi dan modeling sehingga untuk menentukan target titik bor atau area tambang bisa lebih efektif. Spasi lintasan dan spasi titik pengukuran dalam eksplorasi mangan memang penting,semakin kecil dimensi mangan dan sebaranya semakin rapat dan begitupun sebaliknya, tetapi untuk efisiensi waktu dan biaya adalah dengan mempelajari kondisi geologi terlebih dahulu sehingga lintasan dan waktu tidak lama.
    2. Biji Besi [metaslider id=1925]i3-1
      • Eksplorasi Biji besi dengan menggunakan metode magnet sudah lama digunakan karena keefektifanya melakukan pemisahan antara batuan dengan nilai kemagnetan rendah dengan tinggi, dan biji besi sendiri merupakan batuan dengan nilai kemagnetan tinggi atau ferromagnetik. Secara geologi, biji besi di bentuk dalam proses mineralisasi batuan beku(andesit, vulkanik dll) dan lokasi keberadaan biji besi sendiri di daerah yang mempunyai jalur pegunungan atau daerah aktif sehingga lokasi dan aksesnya lumayan lebih sulit jika dibandingkan dengan mineral lain. Kalau batubara dan mangan bisa di dekati dengan pemisahan batuan beku dan batuan sedimen tetapi biji besi relatif susah tapi lebih banyak mudahnya karena biji besi dominan melekat pada zona mineralisasi batuan beku sehingga perbedaan kemagnetan dari batuan beku dengan biji besi sendiri tidak terlalu jauh sehingga di butuhkan pemodelan yang lebih rumit dan melakukan pemodelan susceptibilitas untuk membedakan range nilai kemagnetan batuan beku dan biji besi.
    3. Pasir Besi
    4. Aluvial dan Sedimen
  3. Arkeologi
  4. Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi
  5. Galian C(Andesit/Vulkanik) [metaslider id=1900]
    • Eksplorasi batuan andesit atau vulkanik relatif lebih mudah dibandingkan dengan yang lain bahkan tidak perlu banyak metode untuk melakukan eksplorasinya. Umumnya hanya dengan site visit atau mapping geologi eksplorasi ini cukup membantu dan langsung melakukan pengeboran tetapi untuk melakukan pengeboran mungkin perlu banyak biaya dan beberapa alternatif yang banyak digunakan untuk hal tersebut adalah melakukan survey geomagnet. Karena dimensi yang begitu besar maka survey geomagnet tidak perlu dengan lintasan yang rapat minimal bisa meng cover dimensi batuan tersebut kecuali untuk melakukan perhitungan cadangan secara lebih efektif untuk dikorelasikan dan disandingkan dengan data bor sehingga perhitungan cadangan lebih mendekati cadangan sebenarnya.
  6. Investigasi Geologi Regional
    1. Mag Indonesia Regional [metaslider id=1932]
    2. Geologi dan data Magnetik Regional

Artikel Lain yang berhubungan dengan survey Geomagnet/Magnetik https://seisxploresurvey.wordpress.com/category/magnetic/

 

Mail: roni12404027@gmail.com

Phone: 082114266358

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s