PEMODELAN APPARENT SUSCEPTIBILITY DATA MAGNET VS INVERSI DATA MAGNET

Pemodelan diatas menggabungkan 2 analisis yang berbeda dengan pendekatan yang hampir sama, pertama pemodelan apparent susceptibility dari analisis model 2D dan lainya pemodelan susceptibility hasil inversi 3D.

Pemodelan diatas untuk mengidentifikasi sebaran mineral gosan dan endapan emas skunder. Pada gambar model susceptibility tinggi merupakan lokasi dimana tambang-tambang rakyat di tambang dan dieksploitasi.

082114266358

roni12404027@gmail.com

Iklan

Interpretasi Data Geolistrik untuk batuan Andesit A14

A14

Zonasi batuan andesit berdasarkan data geolistrik dan geologi (1)

A14-1

Zonasi batuan andesit berdasarkan data geolistrik dan geologi (2)

A14-2

Zonasi batuan andesit berdasarkan data geolistrik dan geologi (3)

Interpretasi data geolistrik untuk batuan andesit bisa dilakukan dengan beberapa tahapan, antara lain:

  1. Beradasarkan tinjauan geologi regional dan lokal sehingga zonasi tidak hanya berdasarkan range nilai resistivitasnya. Banyak pola yang akan terlihat jikan hanya mengandalkan range nilai resistivitas batuan dan belum tentu benar menurut tinjauan geologi sehingga ada beberapa zonasi yang akan tidak diikutkan dalam pengelompokan ini.
  2. Berdasarkan nilai resistivitasnya yang sudah disinkronkan dengan nilai referensi dan nilai kalibrasi

Quality Control Data Geolistrik setelah melakukan Pengukuran

3 1 2

Raw Data berupa data Observasi pengukuran Data Geolistrik

Setiap pengukuran data geofisika di saat setelah melakukan pengukuran atau sedang melakukan pengukuran prosedur standar untuk pengambilan data dan kemaksimalan data adalah pengontrolan data dan perangkat2nya tidak terkecuali dengan pengukuran metode geolistrik atau resistivity-IP. Banyak hal yang harus dilakukan untuk melakukan pengoptimalan data sehingga data yang akan diproses merupakan data yang sudah final bukan data yang masih banyak noise, kurang parameter ataupun salah pengukuran.

Contoh diatas merupakan hasil observasi pengukuran geolistrik lapangan yang memperlihatkan noise dan kesalahan dalam pengukuran (biasanya kabel dan pemasangan elektroda dsb).

Beberapa Hal yang harus dilakukan ketika melakukan pengontrolan data dan pengambilan data yaitu:

  • Mengkalibrasi alat yang akan digunakan baik di tempat asal ataupun ketika di lapangan
  • Kalibrasi nilai beberapa tempat untuk dijadikan referensi ketika melakukan interpretasi data pada tahap akhir
  • Pastikan semua lintasan dan titik-titik elektroda benar, baik posisi maupun kelurusanya
  • Pastikan semua peralatan yang dibawa kelapangan merupakan perlatan yang sudah dilakukan pengecekan sebelumnya sehingga tidak ada kerusakan dan error data pada saat pengambilan data
  • Pengetesan perekaman sebelum melakukan pengukuran sebenarnya, dan pastikan seluruh elektroda ditancapkan dengan standar dan kekuatan yang pas. Hal ini berguna untuk mengetahui apakah elektroda terpasang dengan baik, alat yang digunakan tidak bagus melakukan perekaman terutama daya dan kabel-kabel, noise yang diakibatkan oleh elevasi yang terlalu tinggi atau lainya
  • Lakukan pengukuran dengan parameter yang sudah dikorelasikan dengan hasil kalibrasi dan pengetesan sebelumnya
  • Lakukan pengecekan semua data pengukuran apakah masih ada data yang tidak layak atau noise
  • Dan hal lain yang bisa mendukung kualitas data pengukuran sesuai prosedur yang benar