Metode Geolistrik untuk Rembesan Bendungan di Jawa Tengah

Metode geolistrik banyak digunakan untuk mengidentifikasi adanya rembesan atau kebocoran pada tubuh bendungan. Secara teknis memungkinkan untuk mengidentifikasi adanya zona lemah atau zona dimana lebih banyak terdapat adanya perkumpulan air dan juga adanya zona ketidakkompakan pada batuan yang dianalisis sebagai adanya rongga. Survey adanya rembesan atau rongga pada Bendungan harusnya dilakukan secara berskala sehingga tahu zona lemah yang ada merupakan rongga, rembesan atau zona dimana sedimen terkumpul disitu karena sebagian area bendungan ada yang terletak didaerah batuan keras(vulaknik dan intrusi).

Jawa tengah sendiri banyak bendungan dan Mbung yang notabene merupakan tempat penampungan air dikala musim kemarau. Untuk mengetahui adanya zona lemah harus dilakukan dengan spasi yang rapat (2-5m) sehingga lebih terlihat spot-spotnya tetapi jangkauan kedalaman akan dangkal sehingga beberapa kasus dikombinasikan dengan metode GPR/Georadar.

Alat yang digunakan merk Sfield dengan spesifikasi yang sudah lumayan bagus untuk pengukuran resistivititas dengan adanya sistem yang sudah multichannel  48elektroda memungkinkan untuk melakukan pengukuran lebih cepat dan efektif.

IMG_20180630_112005IMG_20180630_073223

Iklan

Ares II untuk Identifikasi Batuan Andesit

Ares II hampir sama dengan Ares I tetapi mengalami perubahan dalam menu dan pembacaan channel atau datum dalam sekali injeksi. Dalam Ares I sering kali pengukuran menunggu waktu yang cukup lama dengan estimasi hampir 2jam lebih tetapi dengan ares II bisa lebih cepat bahkan 5kali lebih cepat di bandingkan ares I. Ares II memungkinkan membaca channel dalam pengukuran sampai 10 channel, jika ares I cuma 1 channel. Dibandingkan dengan supersting yang hanya 8channel tetapi secara kualitas masih bagus supersting (pembacaan IPnya).

Kemudahan Ares yaitu hampir semua komponen pelengkap bisa di modifikasi dengan bahan-bahan komponen yang ada di Indonesia sedangakn Supersting sangat sulit dan bahkan tidak bisa di ganti dengan spare part dalam negri.

Selain kemudahan dalam spare part, kemudahan juga dalam modifikasi spasi elektroda dengan menggunakan kabel yang ada, misal spasi 5, 10, 15 dan seterusnya tergantung kebutuhan karena bawaan asli dari Ares sendiri hanya menyediakan spasi 5m.

Selain spasi, Ares bisa juga dimodifikasi dalam hal saluran channel atau switchbox seperti 24, 48,72, dan 96 channel sehingga penggunaan di lapangan sangat fleksible dan bisa di sesuaikan dengan kebutuhan yang ada tanpa harus membeli perangkat baru dari pabrikan.

20180118_131638.jpg
IMG-20180121-WA0024
IMG-20180121-WA0026

Hubungi Kami:

Tlp: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com

Menghitung Volume Batuan Andesit dari data Geolistrik/Resistivity dengan Ares II

Menghitung volume batuan dengan menggunakan data resistivity-Ip bisa dilakukan dengan memodelkan data tersebut dalam bentuk data inversi. Data yang sudah diinversi dilakukan penggabungan dengan menggunakan beberapa tahapan. Software yang digunakan bisa menggunakan beberapa alternatif seperti Surpac, Autocad 3D, Oasis Montaj, UBC dan software lainya.

Perhitungan volume batuan itu sendiri berdasarkan nilai resistivitas yang di dapat dari data yang sudah diinversi. pengelompokan nilai tersebut yang nantinya dijadikan nilai tiap batuan baik batuan pasir, breksi lapuk, breksi fresh dan batuan andesitnya itu sendiri, dan juga bisa diestimasi ketebalan dan volume dari soil yang ada diatasnya.

gab 3gab 2

gab 4.PNG

 

Kontak:

Tlp: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com