Pemodelan Biji Besi dari Data Geolistrik

Pemodelan sumber daya yang dilakukan berdasarkan data geofisika seperti resistivity-IP,GPR,Gravity,Magnet,Seismik dan metode lainya akan bergantung pada validasi pengukuran dan pemahaman seorang geophysic dalam menganalisa data dan dikombinasikanya dengan model geologi. Informasi lapangan tentang geologi sangat penting karena tidak semua standar pengukuran diterapkan secara utuh.

IP1.jpg

Pemodelan Biji Besi 2-D data IP

3d-1

Pemodelan 3-D Biji besi dari data IP

Aplikasi Metode Geolistrik/Resistivity-IP dengan Naniura

alat1

A1

Di bandingkan dengan perlatan lain seperti Ares, Supersting dan Zonge, naniura memang kualitas data yang di peroleh pada saat pengukuran tidak sebagus merk yang lain, tetapi untuk menggambarkan secara umum atau untuk eksplorasi barang tambang dengan dimensi cukup besar seperti boulder biji besi, andesit dan lainya masih bisa digunakan tetapi untuk ketelitian dan akurasi dalam menangkap objek kecil dan rekahan dan ketebalan yang di bawah 1 meter memang susah.

Naniura banyak digunakan untuk eksplorasi dengan biaya yang rendah dan tidak dituntut prosedur yang ketat, tetapi naniura tidak kalah jika pengambilan datanya berupa 1-D(sounding) karena kestabilan power dan efek topografi tidak berpengaruh sehingga hasil dari pengukuran 1-D relatif bagus. Kegunaaan pengukuran 1-D biasanya digunakan untuk eksplorasi sebaran lateral yang cukup besar seperti batuan andesit berupa intrusi, akuifer air tanah, batuan gamping dan lainya.

Sama seperti alat yang lainya, hasil dari pengukuran menggunakan alat naniura bisa menghasilkan produk akhir berupa:

  • Sebaran vertikal dan lateral batuan andesit atau mineral lainya dalam gambaran 2 Dimensi
  • Struktur lokal pengontrol rekahan dan pergeseran geologi sekitar
  • Penampang geologi 2 Dimensi berdasarkan sebaran nilai resistivitas batuan
  • Kompilasi data geolistrik dengan data pendukung seperti geologi permukaan, mapping atau data pengeboran
  • Sebaran vertikal dan lateral batuan andesit dan mineral lainya dalam gambaran 3 Dimensi
  • Cadangan terkira dari pemodelan 3 Dimensi

Aplikasi Metode Geolistrik/Resistivity-IP untuk Eksplorasi Biji Besi

iron5 iron4 iron3 iron2 iron1

Dalam eksplorasi biji besi sering dihadapkan pada medan yang sulit karena lokasinya di daerah berbukit dan dengan topografi yang bergelombang. Mineral biji besi pada umumnya di dapatkan di daerah dengan struktur dan geologi yang komplek dengan lingkungan pembentukannya berupa daerah vulkanik atau intrusi.

Pola yang digambarkan dalam data geolistrik biasanya mengikuti pola yang diperlihatkan pada sebaran batuan andesit atau vulkanik ini dikarenakan biji besi terbentuk dan termineralisasi di batuan beku (andesit atau vulkanik), dan sangat dianjurkan sebelum melakukan survey geofisika seperti geolistrik, atau geomagnet perlu dilakukan terlebih dahulu survey permukaan geologi berupa identifikasi biji besi, pola pembentukan dan sebaranya serta struktur yang mengontrol daerah tersebut.

Pada gambar di atas, merupakan contoh sebaran biji besi berupa boulder dan mineralisasi yang nempel pada batuan andesit sehingga ada 2 pola yang perlu di perhatikan yaitu pola yang diakibatkan oleh sebaran biji besi yang berupa boulder dan pola yang diakibatkan oleh mineralisasi pada batuan beku.

Hasil akhir yang bisa di sajikan dalam survey geolistrik dan IP adalah:

  • sebaran vertikal dan lateral kondisi geologi bawah permukaan
  • Sebaran vertikal dan lateral biji besi berupa penampang 2-D
  • struktur lokal berupa rekahan dan pola pengontrol geologi di sekitar study
  • korelasi dengan data pendukung seperti test pit dan bor
  • estimasi cadangan terkira dengan memodelkan nilai resistivitas dan chargeabilitynya dengan gambaran 3-D

Aplikasi GPR/Georadar untuk Identifikasi Biji Besi

1

Skema Pengukuran GPR dan sistem GPR

ore1

Model Geologi Iron Ore

ore3

Hasil GPR dalam Domain Waktu

ore2

 Analisis GPR domain Frekuensi

Output yang bisa didapatkan dari survey GPR dalam eksplorasi Nikel Laterit adalah:

  • Batas antara soil dengan target atau target dengan target yang lain
  • Korelasi kedalaman dan ketebalan dengan data logging atau stratigrafi geologi dari coring atau bor
  • Geologi bawah permukaan berupa sebaran dan topografi bawah permukaan dalam section 2-D
  • Geologi bawah permukaan berupa ketebalan dan kedalaman masing-masing target dalam peta 2-D
  • Ketebalan dan kedalaman bawah permukaan masing-masing target dalam peta 3-D
  • Estimasi cadangan terkira masing-masing target

Sumber: UltraGPR