Identifikasi MultiSeam Batubara dengan Metode GPR atau Georadar

Metode geofisika merupakan metode tidak langsung yang digunakan untuk membantu identifikasi berbagai sumber daya alam khususnya batubara. Metode yang relatif lebih cepat,efisien dan mempunyai resolusi tinggi adalah metode GPR atau Georadar (Ground Penetrating Radar).

Pemilihan metode ini harus berdasarkan beberapa kriteria yaitu:

  • Sumber daya yang akan di identifikasi merupakan hasil sedimentasi atau berbentuk layer atau lapisan.
  • mempunyai kedalaman kurang dari 100m.
  • tidak mempunya topografi yang kemiringanya lebih dari 60 derajat (opsional).

Metode ini beberapa kali digunakan untuk identifikasi batubara dengan lokasi rawa dan mempunya nilai kebasahan yang tinggi. Kontras antara sedimen dengan rawa akan terlihat jelas dengan adanya batas lapisan yang menerus. Karena resolusinya tinggi (mensamping ketebalan sampai 40cm) maka sangat memungkinkan untuk menerka dan mengidentifikasi kemenerusan batubara yang berlapisa- lapisa (multiseam). Hasil di bawah adalah data GPR dengan melewati area yang mempunyai seam batubara yang lebih dari 10 seam.

Picture1


line 21 coal

PB1-03

Hasil GPR untuk Multiseam batubara

Metode GPR/Georadar untuk Identifikasi Batubara

IMG20180429152313.jpg

Metode GPR sangat direkomendasikan untuk survey batubara di area rawa atau area yang mempunyai kondisi seperti kalimantan. Berbeda dengan metode lain seperti seismik, geolistrik dan lainya yang merupakan metode tidak langsung secara vertikal, GPR mempunyai resolusi yang tinggi. Batas perlapisan dan kemiringan yang di punyai batubara akan sangat mudah diidentifikasi. Metode Seismik kadang tidak bisa mencover area dangkal yang notabene merupakan area lapuk atau rawa dan membutuhkan biaya dan persiapan yang sangat mahal, begitupula geoslitrik tidak mempunya resolusi vertikal secara ketebalan untuk mengidentifikasi adanya kemenerusan yang jelas dan kemiringan.

final.JPG

coal.png

line 21 coal.png

Contoh di atas merupakan survey GPR di area rawa dengan gundulasi topografi yang relatif datar dan hanya bisa dilakukan oleh GPR karena areanya dominan rawa dan berair dan bergambut. Ketebalan dan kedalaman rawa dan gambutnya sendiri sangat jelas terlihat, bahkan kemiringan dan ketebalan batubaranya sendiri bisa terlihat dengan jelas yang sangat kontras dengan lapisan-lapisan sekitarnya.