Metode Geofisika/Georadar untuk Eksplorasi Batubara

 

coal4-1-2

Identifikasi batubara dengan menggunakan metode GPR sudah lama (2008) kami lakukan, baik dari karakter, struktur dan lainya sangat banyak membantu untuk tahap eksplorasi terutama ketika ada pengembangan, pengecekan kemenerusan outcrop dan lainya.

Survey GPR sendiri sangat cepat dan mudah sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk tahap eksplorasi dan juga biaya yang lebih murah dibandingkan dengan bor yang rapat.

Identifikasi batubara sendiri bisa didekati dengan pendekatan analisis spectrum, korelasi data logging dan kemenerusan secara geologi. Interpretasi gabungan ini akan memvalidasi data yang sudah ada sehingga keyakinan akan bertambah.

Pola yang terlihat pada data bahwa lapisan itu batubara adalah kemenerusan yang jelas, sehingga membedakan antara sedimen di sekitarnya.

Identifikasi Batubara dengan Metode GPR di Kalimantan

coal1-1

Identifikasi batubara dengan menggunakan metode GPR sudah lama (2008) kami lakukan, baik dari karakter, struktur dan lainya sangat banyak membantu untuk tahap eksplorasi terutama ketika ada pengembangan, pecengecekan kemenerusan outcrop dan lainya.

Survey GPR sendiri sangat cepat dan mudah sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk tahap eksplorasi dan juga biaya yang lebih murah dibandingkan dengan bor yang rapat.

Identifikasi batubara sendiri bisa didekati dengan pendekatan analisis spectrum, korelasi data logging dan kemenerusan secara geologi. Interpretasi gabungan ini akan memvalidasi data yang sudah ada sehingga keyakinan akan bertambah.

Aplikasi GPR/Georadar untuk Eksplorasi Nikel Laterit

akusisi

Pengambilan Data GPR (1)

akusisi2

Pengambilan Data GPR (2)

ultragpr

Skema Penjalaran gelomabang dari Transmitter ke Receiver

nickel zone

Stratigrafi Geologi Nikel laterit

3

Hasil Analisis Data GPR

4

Sebaran Lateral tiap Lapisan

Output yang bisa didapatkan dari survey GPR dalam eksplorasi Nikel Laterit adalah:

  • Batas antara soil dengan target atau target dengan target yang lain
  • Korelasi kedalaman dan ketebalan dengan data logging atau stratigrafi geologi dari coring atau bor
  • Geologi bawah permukaan berupa sebaran dan topografi bawah permukaan dalam section 2-D
  • Geologi bawah permukaan berupa ketebalan dan kedalaman masing-masing target dalam peta 2-D
  • Ketebalan dan kedalaman bawah permukaan masing-masing target dalam peta 3-D
  • Estimasi cadangan terkira masing-masing target

Sumber: UltraGPR

Aplikasi GPR/Georadar untuk Aluvial

1 Skema Alat GPR Frekuensi 30MHz(Multi Frekuensi)

alu1 Model Geologi Aluvial

alu2 Hasil GPR untuk Aluvial (1)

alu3Hasil GPR untuk Aluvial (2)

Output yang bisa didapatkan dari survey GPR dalam daerah Aluvial adalah:

  • Geologi bawah permukaan berupa sebaran dan topografi bawah permukaan dalam section 2-D
  • Geologi bawah permukaan berupa ketebalan dan kedalaman masing-masing target dalam peta 2-D
  • Ketebalan dan kedalaman bawah permukaan masing-masing target dalam peta 3-D

Sumber: UltraGPR

Aplikasi GPR/Georadar untuk Identifikasi Bouksit

akusisi

Pengukuran GPR

bo3-1

Model Geologi Bouksit

bo1-1

Hasil Bouksit data GPR(1)

bo2-1Hasil Bouksit data GPR(2)

Output yang bisa didapatkan dari survey GPR dalam eksplorasi Nikel Laterit adalah:

  • Batas antara soil dengan Bouksite
  • Korelasi kedalaman dan ketebalan dengan data logging atau stratigrafi geologi dari coring atau bor
  • Geologi bawah permukaan berupa sebaran dan topografi bawah permukaan dalam section 2-D
  • Geologi bawah permukaan berupa ketebalan dan kedalaman Bouksite dalam peta 2-D
  • Ketebalan dan kedalaman bawah permukaan Bouksite dalam peta 3-D
  • Estimasi cadangan terkira Bouksite

Sumber: UltraGPR

Aplikasi GPR/Georadar untuk Identifikasi Biji Besi

1

Skema Pengukuran GPR dan sistem GPR

ore1

Model Geologi Iron Ore

ore3

Hasil GPR dalam Domain Waktu

ore2

 Analisis GPR domain Frekuensi

Output yang bisa didapatkan dari survey GPR dalam eksplorasi Nikel Laterit adalah:

  • Batas antara soil dengan target atau target dengan target yang lain
  • Korelasi kedalaman dan ketebalan dengan data logging atau stratigrafi geologi dari coring atau bor
  • Geologi bawah permukaan berupa sebaran dan topografi bawah permukaan dalam section 2-D
  • Geologi bawah permukaan berupa ketebalan dan kedalaman masing-masing target dalam peta 2-D
  • Ketebalan dan kedalaman bawah permukaan masing-masing target dalam peta 3-D
  • Estimasi cadangan terkira masing-masing target

Sumber: UltraGPR

Aplikasi GPR/Georadar untuk Identifikasi Batas Batu Gamping

u6

 Pengukuran GPR menggunakan frekuensi 400MHz, 200MHz, 80MHz, 40 MHz

bedrock2

 Batas antara lapisan soil dengan batuan Gamping (1)

bedrock1

Batas Lapisan soil dengan batuan Gamping (2)