Pemodelan Distribusi Lateral dan Vertikal Data Resistivitas

Kontak Kami:

Phone: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com

Iklan

Sewa Alat Geolistrik merk IRIS 48Channel

Kontak Kami:

Phone: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com

Metode Geolistrik untuk Rembesan Bendungan di Jawa Tengah

Metode geolistrik banyak digunakan untuk mengidentifikasi adanya rembesan atau kebocoran pada tubuh bendungan. Secara teknis memungkinkan untuk mengidentifikasi adanya zona lemah atau zona dimana lebih banyak terdapat adanya perkumpulan air dan juga adanya zona ketidakkompakan pada batuan yang dianalisis sebagai adanya rongga. Survey adanya rembesan atau rongga pada Bendungan harusnya dilakukan secara berskala sehingga tahu zona lemah yang ada merupakan rongga, rembesan atau zona dimana sedimen terkumpul disitu karena sebagian area bendungan ada yang terletak didaerah batuan keras(vulaknik dan intrusi).

Jawa tengah sendiri banyak bendungan dan Mbung yang notabene merupakan tempat penampungan air dikala musim kemarau. Untuk mengetahui adanya zona lemah harus dilakukan dengan spasi yang rapat (2-5m) sehingga lebih terlihat spot-spotnya tetapi jangkauan kedalaman akan dangkal sehingga beberapa kasus dikombinasikan dengan metode GPR/Georadar.

Alat yang digunakan merk Sfield dengan spesifikasi yang sudah lumayan bagus untuk pengukuran resistivititas dengan adanya sistem yang sudah multichannel  48elektroda memungkinkan untuk melakukan pengukuran lebih cepat dan efektif.

IMG_20180630_112005IMG_20180630_073223

Ares II untuk Identifikasi Batuan Andesit

Ares II hampir sama dengan Ares I tetapi mengalami perubahan dalam menu dan pembacaan channel atau datum dalam sekali injeksi. Dalam Ares I sering kali pengukuran menunggu waktu yang cukup lama dengan estimasi hampir 2jam lebih tetapi dengan ares II bisa lebih cepat bahkan 5kali lebih cepat di bandingkan ares I. Ares II memungkinkan membaca channel dalam pengukuran sampai 10 channel, jika ares I cuma 1 channel. Dibandingkan dengan supersting yang hanya 8channel tetapi secara kualitas masih bagus supersting (pembacaan IPnya).

Kemudahan Ares yaitu hampir semua komponen pelengkap bisa di modifikasi dengan bahan-bahan komponen yang ada di Indonesia sedangakn Supersting sangat sulit dan bahkan tidak bisa di ganti dengan spare part dalam negri.

Selain kemudahan dalam spare part, kemudahan juga dalam modifikasi spasi elektroda dengan menggunakan kabel yang ada, misal spasi 5, 10, 15 dan seterusnya tergantung kebutuhan karena bawaan asli dari Ares sendiri hanya menyediakan spasi 5m.

Selain spasi, Ares bisa juga dimodifikasi dalam hal saluran channel atau switchbox seperti 24, 48,72, dan 96 channel sehingga penggunaan di lapangan sangat fleksible dan bisa di sesuaikan dengan kebutuhan yang ada tanpa harus membeli perangkat baru dari pabrikan.

20180118_131638.jpg
IMG-20180121-WA0024
IMG-20180121-WA0026

Hubungi Kami:

Tlp: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com

Penentuan Nilai Batuan Andesit dari data Resistivitas

penentuan nilai resistivitas sangat erat kaitanya dengan pemakaian jenis alatnya. pengukuran didaerah dengan potensi galian C seperti batuan andesit, pasir, gamping dan sejenisnya umunya menggunakan alat yang relatif murah dan biasanya menggunakan alat semi manual atau multichannel yang buatan lokal. kstabilan alat sangat mempengaruhi nilai dan hasil resistivitas dilapangan. secara umum nilai yang didapat dari pengukuran dengan dimensi batuan andesit yang besar tidak terlalu signifikan jika menggunakan alat yang mahal sekalipun tetapi perbedaan akan terlihat di gradasi nilai dan pola-pola yang dihasilkan dari nilai resistivitas tersebut. Jika menggunakan alat seperti supersting atau Iris sekalipun maka yang terlihat adalah sisipan dan zona lemah dari setiap rekahan dan batas antar batuan akan terlihat lebih jelas dan datanya akan stabil.

line 6-1.jpg

section.PNG

 

Tlp: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com

Pemodelan Batuan Andesit dari data Naniura

Pemodelan data geolistrik sangat bergantung pada data yang didapatkan dari lapangan. Penggunaan alat geolistrik sangat menentukan apakah alat mempunyai kualitas baik atau kurang baik. Penggunaan alat dengan Supersting, Zonge, Iris, ARES, S-Field ataupun Naniura mempunya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tetapi yang jelas Iris, Zonge dan Supersting paling unggul dalam kualitas data dan efektifitas pengukuran dibandingkan dengan merk lain. Tetapi penggunaan alat dengan selain 3 alat diatas bukan berarti tidak bagus melainkan pada peruntukan dan kebutuhanya masih bisa digunakan dengan baik. Misal untuk pengukuran geolistrik dengan menggunakan Naniura untuk eksplorasi batuan andesit atau batuan produk gunung api masih bisa dikatakan bagus karena dimensi yang dicari besar, apalagi alat Naniura yang digunakan sering dikalibrasi dengan alat yang sudah bagus. Kalibrasi yang rutin dan kontinu akan mengurangi resiko deviasi nilai disaat pengukuran.

Dibawah ini adalah contoh hasil pengukuran dengan menggunakan alat Naniura 41 elektroda.

Line 3 1

Line 3

zonasi model bawah permukaan data geolistrik berdasarkan range nilai resistivitasnya. Nilai resistivitas dalam data bisa dikorelasi dengan data kalibrasi batuan yang ada dilapangan sehingga pendekatan zonasi nilai untuk batuan bawah permukaan bisa lebih mendekati.

Batuan beku seperti andesit, vulkanik dan breksi bisa dibedakan dari nilai resistivitas dan pola model bawah permukaanya. Misalnya untuk produk gunung api atau larva, cenderung mempunyai pola yang ngikutin pola cekungan dan bantal atau terendapkan pada suatu tempat yang rendah. Pola bantal atau endapan yang terjadi merupakan lelehan lahar yang mengeras dan yang paling mudah adalah mempunyai penebalan dan penipisan pada dimensi larvanya.

 

Tlp: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com