Pemodelan Batuan Andesit dari Data Resis-IP

 

 

Tlp: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com

Penyewaan alat-alat Geofisika

Selain menyediakan pelayanan eksplorasi geofisika(pengukuran, pengolahan data dan pelaporan), seisxplore Geosurvey juga menyediakan penyewaan alat-alat survey geofisika dan pemetaan geodesi. perlatan yang digunakan sudah melalui uji kalibrasi dan pengecekan berkala dan memenuhi standar. Berikut alat-alat yang bisa disewakan:

  1. Supersting R8 elektroda 28 dan 56 dengan spasi per elektroda antara 1m,5m,10m,35m
  2. Ares I dan Ares II dengan elektroda 48 dengan spasi elektroda antara 5m,10m,15m,20m,30m.
  3. Naniura single channel berbagai channel dengan spasi beragam(by request).
  4. Magnetometer Geometric G-856 dari Geometric
  5. Magnetometer GSM-19T dari GEM System
  6. Magnetometer PMG-1 dan 2
  7. GPS RTK Trimble R8 dan R10
  8. Total Station merk apapun dengan model apapun
  9. Downhole Seismic PASI
  10. Seismic Refraksi dan Refleksi 24 dan 48 channel frekuensi 10-28Hz dari Geometric
  11. Ground Penetrating Radar dari Mala Geoscience (GPR/Georadar) frekuensi 25MHz(RTA), 200Mhz, 400MHz, 800Mhz.
  12. Ground Penetrating Radar dari IDS Italia frekuensi 40MHz, 200MHz, 400MHz, 600MHz
  13. Ground Penetrating Radar GSSI frekuensi 40MHz, 80MHz, 250MHz, 400MHz, 800MHz.

 

 

Kontak:

Tlp: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com

SURVEY MINERAL DAN BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN RESISTIVITY-IP DENGAN SUPERSTING R8

SUPERSTING 2SUPERSTING 1SUPERSTING 3

  • Supersting R8 spasi 5m, 10m, 25m

 

Kontak: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com

Korelasi data Magnet dan Data IP

ip dan geomagnet

Korelasi data Geomagnet dan data IP

Kombinasi survey yang dibutuhkan untuk estimasi sebaran mineral(biji besi, emas dan lainya) memerlukan beberapa survey gabungan yang antara satu dengan yang lainya mempunyai peran saling mendukung dalam hal data. Kemampuan tiap alat geofisika untuk mendeliniasi adanya sebaran, struktur dan lainya mempunyai keterbatasan sehingga perlu metode lain yang menggunakan source berbeda(kelistrikan,kemagnetan,getaran dan lainya).

Beberapa kombinasi survey geofisika yang sering di lakukan di indonesia adalah gabungan antara survey Resistivity-IP dan Geomagnet. Gabungan ini memperlihatkan sifat fisis batuan yang dilihat dari sifat kelistrikan dan kemagnetanya. pendekatan dua metode ini saling mendukung dalam menganalisis batuan, seperti batuan yang rendah dalam sifat kemagnetan akan mudah terlihat dalam sifat kelistrikan. Bukan hanya dari sifat batuanya, dari segi keekonomisan dan keefektifan survey keduanya bisa membantu dalam merancang survey yang terarah. Survey magnet akan memberikan informasi lateral yang bagus di bandingkan vertikalnya, sedangkan survey Resistivity-IP memberikan informasi vertikal yang bagus di bandingkan lateralnya.

Survey geomagnet biasanya dilakukan terlebih dahulu sebelum dilakukan survey Res-IP yang tujuanya untuk meminimalisasi biaya dan lebih ke arah survey yang efektif, dari data geomagnet didapat area prospek yang bisa digunakan untuk melakukan rencana lintasan Res-IP, sehingga lintasan Res-IP bisa dioptimalkan di area yang prospek, karena perbandingan biaya survey Res-IP dan geomagnet dari sisi harga sewanya yaitu sewa Res-IP bisa 5 kali lebih mahal dari alat magnet sehingga dibutuhkan linatasan yang terarah untuk survey Res-IP.

Identifikasi Vein Eksplorasi Emas dari data IP

7-2

Data Hasil Modeling IP

Eksplorasi Emas memang membutuhkan berbagai kajian bidang keilmuan dari Pemetaan geologi, survey geofisika dan kajian lab yang semuanya membutuhkan waktu yang cukup lama. Selain masalah waktu, biaya dan personil yang tidak sedikit belum lagi kegagalan yang kadang sering terjadi jika analisa dari survey berbagai bidang tersebut tidak maksimal dan tidak menunjukan hasil yang bagus.

Salah satu metode geofisika yang sering digunakan untuk identifikasi mineral terutama emas yaitu metode Resistivity-IP. Metode Resistivity-IP sendiri memanfaatkan aliran arus untuk diambil parameter kelistrikanya yang berhubungan dengan sifat fisis batuan dan karakternya.

Metode Resistivity-IP pada umumnya hanya mengukur tahanan jenis batuan dan daya serap sementara/sesaat dari batuan terhadap arus yang dialirkan ke dalam bumi. Beberapa alat yang sudah terbaru pengukuran metode Resistivity-IP ini langsung didapatkan 2 data yang menginformasikan adanya hubungan kelistrikan terhadap batuan di dalam bumi yaitu data Resistivity(tahan jenis batuan) dan Chargeability(Daya simpan sementara batuan terhadap arus listrik).

7-1

Interpretasi data untuk estimasi lokasi dan zonasi target

Penentuan zona keberadaan mineral atau emas dalam suatu batuan bisa diidentifikasi melalui beberapa kondisi geologinya dan sifat fisis batuanya dari data arus listrik yang sudah di kirimkan.

Untuk daerah emas yang diendapkan di suatu daerah anlisanya dari segi sedimentasinya(Skunder), sedangkan emas yang ada di daerah kondisi batuan yang asal(Primer) dilakukan analisa vein dan struktur).

Seisxplore Geosurvey, +6282114266358

Interpretasi Data Geolistrik dan Geologi Batuan Andesit Daerah Sukabumi

A12

Zonasi Batuan Andesit secara Geologi dan Interpretasi Data Geolistrik (1)

A12-1

Zonasi Batuan Andesit secara Geologi dan Interpretasi Data Geolistrik (2)

A12-2

Zonasi Batuan Andesit secara Geologi dan Interpretasi Data Geolistrik (3)

1

Zonasi batuan andesit dalam model solid (1)

2

Zonasi batuan andesit dalam model solid (2)

Secara umum, batuan andesit merupakan produk dari 2 kejadian, yaitu batuan andesit yang dihasilkan dari intrusi magma yang muncul ke permukaan melalui rekahan-rekahan dan juga hasil dari letusan dari gunung berapi tetapi keduanya mempunyai sifat fisis yang sama yaitu berasal dari magma.

Secara kekerasan geologi, batuan andesit yang dihasilkan dari letusan gunung berapi akan mudah lapuk dibandingkan dengan yang dihasilkan dari terobosan magma melalui rekahan-rekahan, ini diakibatkan hasil letusan gunung berapi sudah terjadi penurunan suhu dan tekanan karena rongga di kawah lebih mempunyai pengaruh terhadap penurunan suhu dan tekanan berbeda dengan intrusi yang suhu dan tekanannya relatif terjaga. Hasil letusan gunung berapi juga biasanya tersebar di permukaan dan mengisi daerah rendahan, ini mengakibatkan gesekan langsung terhadap cuaca dan hal yang mempengaruhi cepatnya proses pelapukan terjadi.

Hasil di atas merupakan batuan andesit yang di hasilkan dari proses letusan gunung berapi, karena beberapa hal yang bisa di jelaskan secara data dan geologi.