Interpretasi Data Geolistrik/Resistivity dengan Konfigurasi Dipole-Dipole

line 1 line1_andesit_primer  dan skunder line1_andesit_primerline1_andesit_skunder

Menentukan Batas Batuan dari Data Geolistrik/Resistivity-IP berdasarkan Nilai Resistivitas suatu Batuan

A10-1

A10-2

A10-3

Pen-Zonaan dan Interpretasi Data Geolistrik Berdasarkan informasi Geologi dan Kalibrasi Untuk Identifikasi Lapisan Batuan

A13-1

A13-2

A13-3

Pemodelan data geolistrik untuk eksplorasi batuan Andesit

1

pemodelan Data Geolistrik dengan data Mapping Geologi Permukaan

Dalam melakukan pemodelan 3-D sering dihadapkan pada hasil inversi geolistrik dengan data topografi di lapangan. Untuk kepentingan tuntutan kontrak atau MOU yang sudah ditandatangani oleh kontraktor dan pemberi pekerjaan sehingga tidak sedikit kontraktor menggunakan cara yang memang sulit di pahami oleh sebagian orang yang mengerti tentang geologi.

Contoh yang sangat sering di jumpai adalah melakukan pemodelan 2.5-D atau 3-D dengan tidak menyertakan kondisi topografi pada data geolistrik, ini akan sangat tidak masuk akal dan tidak akan diterima ketika harus di cocokan dengan data lapangan seperti data stratigrafi dari bor, test pit dan lainya sehingga penilaian suatu range nilai resistivitas atau chargeability akan menyimpang karena jarak yang digunakan berupa jarak datar dan juga pola sebaran yang ada dibawah permukaan bumi tidaklah demikian kalau topografi itu diterapkan.

Pemodelan diatas sebenarnya sangat simpel dan mudah tinggal melakukan kontrol data pada saat pengambilan data dan melakukan pengeolahan data, karena hasil dari pemodelan akan sangat bergantung pada input atau tahap awalnya. Quality Control dan pengolahan data yang tidak benar akan menghasilkan tampilan model akhir akan tidak benar juga.

 Pemodelan yang sudah di lakukan QC dan pengolahan yang baik akan dapat menghasilkan hasil yang baik pula, sebaran-sebaran objek dan lingkungan geologi yang lainya akan dapat terpetakan sesuai nilai kalibrasi yang sudah di lakukan di lapangan seperti nilai range resistivitas pada batuan dan nilai chargeabilitynya. Seperti pada contoh di bawah merupakan hasil pemisahan nilai range resistivitas pada batuan yang diidentifikasi sebagai batuan andesit atau vulkanik.

7

Model 2-D 2 Section Geolistrik

8

Estimasi Sebaran Batuan Andesit berdasarkan nilai Resistivitasnya

Jika range yang dilakukan pada saat kalibrasi atau dengan nilai referensi dari lab maka pemodelan dalam pemisahan nilai resistivitas di atas sangat berguna untuk disajikan dalam menentukan sebaran batuan andesit atau vulkanik secara lebih jelas sehingga secara geologi dapat membantu kemenerusan secara vertikal dan lateral.

Pengambilan Data Seismik Dangkal (Shallow Wave)

3

Penembakan posisi Channel/ Receiver dan Shot Point

a1

Perlengkapan yang digunakan untuk mengambil Data Seismik (Source berupa Weightdrop, Geophone 10 dan 30 Hz dan Geode untuk 48 Channel)

a3

Setting Geophone dan Source

a2

Clearing Shot point dan Perekaman Data