Metode GPR/Georadar Untuk Utilitas dengan IDS 600MHz

Pengukuran dilakukan di daerah Cirebon untuk mengidentifikasi keberadaan utilitas baik kabel ataupun pipa yang digunakan untuk inventaris kota dan provinsi. Metode ini GPR memang sangat cepat dan efektif jika untuk area yang luas dan volume yang banyak karena hanya meng cross area yang diduga adanya utilitas yang ditanam dan hasilnya pun bisa langsung diidentifikasi.

Penggunaan alat sangat beragam, mulai dari Merk GSSI, Mala Geoscience, IDS dan merk lainya yang semuanya bisa mengidentifikasi bawah permukaan dengan sama bagus.

Penggunaan alat GPR akan sangat bergantung pada kebutuhan dilapangan, biasanya untuk kebutuhan dangkal seperti untuk identifikasi utilitas, retakan dan investigasi jalur kabel dan pipa digunakan frekuensi yang tinggi yaitu antara 100-800MHz tetapi jika untuk identifikasi rawa, batubara, ketebalan pasir dan arkeologi yang membutuhkan target yang lebih dalam (10-60m) maka frekuensinya harus menggunakan yang rendah <100MHz.

Pengukuran GPR pada  cross area yang diduga adanya utilitas biasanya di lakukan di trotoar, memotong jalan lampu merah dan area pejalan kaki yang hanya membutuhkan spasi antara 2-10m sudah bisa dilakukan pengukuran.

Iklan

Metode GPR/Georadar untuk Bendungan di Daerah Jawa Tengah

Metode GPR merupakan metode dengan memanfaatkan sumber gelombang elektromagnetik yang di transmisikan dari trasmitter(antena) ke receiver. Jarak antara transmitter dan receiver berkorelasi dengan kedalaman, semakin jauh jarak antar antena maka semakin dalam, sebaliknya semakin pendek jarak antena maka semakin dangkal.

IMG_20180629_150602IMG_20180629_151700IMG_20180629_152507

Metode GPR membantu menginvestigasi adanya rembesan atau terduganya retakan dalam tubuh bendungan. Untuk kebutuhan pendeteksian yang di atas 10m maka digunakan tipe GPR dengan frekuensi 30MHz dengan estimasi kedalaman sampai 40-60m.

Kedalaman yang dicapai GPR hanya bergantung pada jarak antar trasmitter dan receiver tidak bergantung pada spasi lintasan atau tembakan. Kedalaman yang dicapai akan seluruhnya terlihat tidak seperti Geolistrik yang tergantung pada spasi elektroda dan panjang bentanganya. Pemakaian Geolistrik dimaksudkan untuk mendeteksi adanya fluida dalam tubuh bendungan atau zona lemah yang mempunya banyak pori atau lapuk sehingga dalam GPR mendetailkan adanya rongga-rongga atau zona lemah tersebut apakah memang berongga atau hanya zona lemah yang berupa sedimen lapuk.

Rental Alat-alat Geofisika

Berikut alat-alat yang di rentalkan di Seisxplore Geosurvey:

  • Alat Ground Penetrating Radar/GPR/Georadar
    • Merk Mala RTA 25MHz
      • IMG-20160201-WA0002
    • Merk GSSI 200 dan 400 MHz
      • u3
    • Merk IDS 200 dan 600 MHz
      • DSCN1199
    • Merk Opera Duo 250 dan 650 MHz
      • OPERA DUO 2.jpg
  • Ground Magnetik
    • Geometric G-856
      • mag1-a
    • PMG-1
    • GSM-19T
      • 20171215_133609
  • Seismik
    • Seismik Refleksi dan Refraksi 24 dan 48 Channel dari Geometric
    • Downhole Seismic OYO kedalaman sampai 30m
    • Seismik SBP single dan Multibeam
  • Gravity
    • Scientrex
    • Lacoste & Rosberg
  • Geolistrik dan IP
    • Ares 1 dan 2 (48,72,96 channel) spasi 5, 10, 15 dan 20m.
    • Supersting R8 (28 dan 56 channel), spasi 10m dan 25m.
    • SField/Geores Multichannel (48 channel) spasi 5 dan 10m.
    • Naniura single dan semi multichannel (sounding dan Semi Multichannel 41 channel)

Analisis Data Geomagnet Untuk UXO

Metode magnetik sangat bagus untuk identifikasi objek yang berbahan logam atau semi logam tetapi beberapa kasus juga bisa digunakan untuk identifikasi non logam atau batuan sedimen jika yang dicari adalah lokasi atau area yang berupa sedimen dengan syarat bahwa area merupakan daerah vulkanik atau daerah intrusi atau dengan kekompakan yang tinggi sehingga bisa dengan jelas membedakan sedimentasi dengan lingkunganya.

Beberapa kasus untuk identifikasi benda logam yang tertanam atau dalam bidang perminyakan biasa disebut ranjau atau UXO yang biasanya disyaratkan bagi perushaan minyak atau sejenisnya sebagai syarat untuk lokasi base peruhasaan tersebut dari BP Migas.

Identifikasi UXO atau ranjau banyak di lakukan di daerah pesisir yang merupakan lokasi strategis bagi perushaan minyak atau sejenisnya untuk membangun base station karena dekatnya lokasi area dengan laut sehingga distribuasi dan pemasokan bisa dilakukan dengan membangun jetty/pelabuan dilokasi tersebut.

Identifikasi UXO atau ranjau yang biasa kami lakukan yaitu dengan metode GPR/Georadar/Ground Penetrating Radar dengan syarat posisi yang akan dilakukan survey GPR hanya dibutuhkan dari permukaan ke kedalaman tertentu saja tidak disampingnya karena cakupan data GPR tidak mencakup area samping. Lain hal nya jika area yang akan dibangun untuk base dibutuhkan secara merata dengan semua area yang akan dipakai dibutuhkan identifikasi UXO tersebut, maka lebih bagus dan efisien menggunakan metode Geomagnet atau magnetometer dengan cakupan area seluruh area yang dibutuhkan dan juga kedalaman yang diinginkan.

Metode Geomagnet sendiri membaca nilai kerentanan suatu objek tertentu dengan mengacu pada referensi nilai logam didalam objek tersebut, jika nilai logamnya tinggi maka nilai magnet pun akan tinggi seperti besi, baca dan lainya sedangkan untuk objek dengan nilai logam rendah maka nilai kemagnetanya sendiri akan rendah seperti batu, lumpur dan sejenisnya. Perbedaan nilai kemagnetan tersebut yang akan dianalisa dan diinterpretasi sebagai objek yang berbentuk logam atau bukan.

 

Tlp: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com

Penyewaan alat-alat Geofisika

Selain menyediakan pelayanan eksplorasi geofisika(pengukuran, pengolahan data dan pelaporan), seisxplore Geosurvey juga menyediakan penyewaan alat-alat survey geofisika dan pemetaan geodesi. perlatan yang digunakan sudah melalui uji kalibrasi dan pengecekan berkala dan memenuhi standar. Berikut alat-alat yang bisa disewakan:

  1. Supersting R8 elektroda 28 dan 56 dengan spasi per elektroda antara 1m,5m,10m,35m
  2. Ares I dan Ares II dengan elektroda 48 dengan spasi elektroda antara 5m,10m,15m,20m,30m.
  3. Naniura single channel berbagai channel dengan spasi beragam(by request).
  4. Magnetometer Geometric G-856 dari Geometric
  5. Magnetometer GSM-19T dari GEM System
  6. Magnetometer PMG-1 dan 2
  7. GPS RTK Trimble R8 dan R10
  8. Total Station merk apapun dengan model apapun
  9. Downhole Seismic PASI
  10. Seismic Refraksi dan Refleksi 24 dan 48 channel frekuensi 10-28Hz dari Geometric
  11. Ground Penetrating Radar dari Mala Geoscience (GPR/Georadar) frekuensi 25MHz(RTA), 200Mhz, 400MHz, 800Mhz.
  12. Ground Penetrating Radar dari IDS Italia frekuensi 40MHz, 200MHz, 400MHz, 600MHz
  13. Ground Penetrating Radar GSSI frekuensi 40MHz, 80MHz, 250MHz, 400MHz, 800MHz.

 

 

Kontak:

Tlp: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com

Investigasi Cavity dengan Metode GPR

20170924_084923.jpg

M2X5.png

 

Kontak Kami:

Tlp: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com

Investigasi Cavity dengan GPR dari IDS

Survey bawah permukaan yang banyak digunakan dalam bidang kontruksi atau sipil adalah metode geofisika GPR atau Ground Penetrating Radar. Beberapa negara yang mengeluarkan produk GPR seperti Amerika dengan Mala nya, Kanada dengan UltraGPR nya, Italia dengan IDS nya. Kita bahas yang merk dari Italia yaitu IDS.

DSCN1199.JPG

Kontak kami:

Hp:082114266358

Email:roni12404027@gmail.com