Investigasi UXO,Dinamit dan Benda Logam dengan Metode Magnetik

Metode magnet atau ground magnetic biasanya digunakan untuk menginvestigasi adanya objek logam yang hubunganya dengan keamanan dalam bidang kontruksi seperti martil, dinamit, peluru dan sejenisnya.

Dalam menentukan objek tersebut biasanya spasi yang dilakukan tidak terlalu lebar, antara 1-5m tergantung kondisi lapangan dan syarat dari pihak sipilnya sehingga respon yang didapatkan bisa sesuai dengan objek yang ada. Kondisi area yang belum ada bangunan dan masih kosong bisa memudahkan dalam melakukan design survey dan analisis tetapi jika kondisi area di area penduduk dan sudah pernah ada kontruksi spasi dan analisis akan tidak mudah karena kondisi aktivitas dan noise yang tinggi.

Kontak Kami:

Phone: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com

Iklan

Metode GPR/Georadar untuk Pekerjaan Sipil dan Kontruksi

Distribusi utilitas atau anomaly yang tersebar di area yang di survey
data GPR yang memperlihatkan adanya indikasi utilitas(anomaly) di kedalaman tertentu dan terdapat beberapa indikasi dalam 1 lintasan
Garis merah merupakan marking point dalam satu waktu pengukuran dan titik tertentu
Selain adanya indikasi utilitas, hasil di atas memperlihatkan adanya penurunan dan kenaikan(kontur) tanah serta memperlihatkan perbedaan jenis tanah di bawah permukaan

Kontak Kami:

Phone: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com

Investigasi Titik Bor Geoteknik dan Pekerjaan Sipil dengan Metode GPR

Metode GPR digunakan untuk investigasi utilitas dan objek lain di sekitar area titik bor atau geoteknik

Metode GPR sangat efektif untuk menginvestigasi keberadaan utilitas di area sekitar pekerjaan sipil dan geoteknik seperti pengeboran, pemancangan dan kontruksi. Adanya utilitas seperti kabel dan pipa akan menghabat waktu dan pengeluaran biaya tambahan bahkan adanya kecelakaan yang akan menimbulkan kematian bagi operator atau pekerjaanya, jadi sangat berguna sekali melokalisir keberadaan pipa dan kabel dan lainya untuk meminimalisasi kerugian baik materil dan non materil.

Merk GPR di atas menggunakan IDS yang berasal dari fabrikan Italia dengan spek frekuensi 600Mhz dengan kemampuan penetrasi sekitar 4-5m.

Mesin Bor yang digunakan untuk pengeboran Geotek setelah dilakukan investigasi utilitas dan objek lain di area titik dengan metode GPR

Kontak Kami:

Phone: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com

Investigasi Plat Besi/Baja dengan Metode GPR

Kontak Kami:

Phone: 082114266358

Emaill: roni12404027@gmail.com

Identifikasi Logam(UXO) dari Data Magnet

Data diatas merupakan data simulasi yang digunakan untuk identifikasi UXO atau dinamit yang tertanam puluhan tahun lebih untuk keperluan eksplorasi Migas. Objek yang digunakan berupa logam silindir diameter sekitar 4inch dan di tanam di bawah air. Hasil pemodelan objek terlihat di gambar paling bawah dengan objek di tengah(grid 1mx1m dengan dimensi 10m x 10m).

Kontak Kami:

Phone:082114266358

Email: roni12404027@gmail.com

Metode GPR/Georadar Untuk Utilitas dengan IDS 600MHz

Pengukuran dilakukan di daerah Cirebon untuk mengidentifikasi keberadaan utilitas baik kabel ataupun pipa yang digunakan untuk inventaris kota dan provinsi. Metode ini GPR memang sangat cepat dan efektif jika untuk area yang luas dan volume yang banyak karena hanya meng cross area yang diduga adanya utilitas yang ditanam dan hasilnya pun bisa langsung diidentifikasi.

Penggunaan alat sangat beragam, mulai dari Merk GSSI, Mala Geoscience, IDS dan merk lainya yang semuanya bisa mengidentifikasi bawah permukaan dengan sama bagus.

Penggunaan alat GPR akan sangat bergantung pada kebutuhan dilapangan, biasanya untuk kebutuhan dangkal seperti untuk identifikasi utilitas, retakan dan investigasi jalur kabel dan pipa digunakan frekuensi yang tinggi yaitu antara 100-800MHz tetapi jika untuk identifikasi rawa, batubara, ketebalan pasir dan arkeologi yang membutuhkan target yang lebih dalam (10-60m) maka frekuensinya harus menggunakan yang rendah <100MHz.

Pengukuran GPR pada  cross area yang diduga adanya utilitas biasanya di lakukan di trotoar, memotong jalan lampu merah dan area pejalan kaki yang hanya membutuhkan spasi antara 2-10m sudah bisa dilakukan pengukuran.

Metode GPR/Georadar untuk Bendungan di Daerah Jawa Tengah

Metode GPR merupakan metode dengan memanfaatkan sumber gelombang elektromagnetik yang di transmisikan dari trasmitter(antena) ke receiver. Jarak antara transmitter dan receiver berkorelasi dengan kedalaman, semakin jauh jarak antar antena maka semakin dalam, sebaliknya semakin pendek jarak antena maka semakin dangkal.

IMG_20180629_150602IMG_20180629_151700IMG_20180629_152507

Metode GPR membantu menginvestigasi adanya rembesan atau terduganya retakan dalam tubuh bendungan. Untuk kebutuhan pendeteksian yang di atas 10m maka digunakan tipe GPR dengan frekuensi 30MHz dengan estimasi kedalaman sampai 40-60m.

Kedalaman yang dicapai GPR hanya bergantung pada jarak antar trasmitter dan receiver tidak bergantung pada spasi lintasan atau tembakan. Kedalaman yang dicapai akan seluruhnya terlihat tidak seperti Geolistrik yang tergantung pada spasi elektroda dan panjang bentanganya. Pemakaian Geolistrik dimaksudkan untuk mendeteksi adanya fluida dalam tubuh bendungan atau zona lemah yang mempunya banyak pori atau lapuk sehingga dalam GPR mendetailkan adanya rongga-rongga atau zona lemah tersebut apakah memang berongga atau hanya zona lemah yang berupa sedimen lapuk.