Inspeksi Gedung dengan Metode GPR Mala WideRange Frequency

Metode GPR seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan lapangan, misal kalau orang yang tidak faham akan melakukan surface GPR untuk utilitas tetapi menggunakan frekuensi yang rendah atau sebaliknya untuk menginvestigasi kedalaman yang dibawah 10m tetapi menggunakan frekuensi yang tinggi. Pemilihan frekuensi akan berpengaruh pada hasil, seperti contoh diatas menggunakan frekuensi range antara 160MHz sampai 900MHz yang bisa diatur frekuensi pusatnya untuk dijadikan acuan pengukuran. Frekuensi ini masih aman untuk identifikasi utilitas dan juga lapisan di bawah 5m.

Kontak Kami:

Phone: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com

Iklan

Metode Ground Magnetic dan GPR untuk Investigasi UXO, Dinamit dan Benda Logam


Dari data ground magnetic dihasilkan beberapa anomaly dan sebaran nilainya, dan dari distribusi nilai anomaly tersebut dilakukan estimasi kedalaman objectnya dan dilakukan investigasi dengan menggunakan metode GPR.

gambar di atas mengestimasi adanya object di dikisaran antara 0-2m dengan menganalisa data dipole maupun data monopolenya sehingga sangat tepat jika dikombinasikan dengan metode GPR.

Berdasarkan anomaly pada data magnetik, dilakukan pengukuran GPR tepat di atasnya dengan mengukur beberapa lintasan disekitar area anomalynya sehingga bisa di perkirakan apakah object tersebut berdiri sendiri atau memang menerus atau memanjang.

dari semua anomaly yang ada di data magnet, berkorelasi dengan data GPR yang menamilkan adanya object bawah permukaan yang berupa blok atau silinder, tetapi dari data GPR tidak adanya nilai simetris dari difraksi atau pola hiperbolanya sehingga disimpulkan bahwa object di bawah hanya merupakan concrete atau pondasi yang di dalamnya terdapat object besi.

Kontak Kami:

Phone: 08211466358

Email: roni12404027@gmail.com

Metode Geofisika yang Paling Efektif untuk Identifikasi Rawa

Metode geofisika yang paling efektif untuk menentukan perlapisan bawah permukaan baik di topografi yang curam dan rawa bisa menggunakan metode GPR dengan frekuensi rendah, tidak semua tipe GPR bisa dipakai dalam medan tersebut karena frekuensi tinggi hanya bisa di sesuai untuk area perkotaan.

GPR yang digunakan adalah frekuensi 25MHz yang support terhadap medan lapangan seperti Mala 25Mhz RTA.

DSCF3466DSCF3470Picture1

Metode GPR/Georadar untuk Bendungan di Daerah Jawa Tengah

Metode GPR merupakan metode dengan memanfaatkan sumber gelombang elektromagnetik yang di transmisikan dari trasmitter(antena) ke receiver. Jarak antara transmitter dan receiver berkorelasi dengan kedalaman, semakin jauh jarak antar antena maka semakin dalam, sebaliknya semakin pendek jarak antena maka semakin dangkal.

IMG_20180629_150602IMG_20180629_151700IMG_20180629_152507

Metode GPR membantu menginvestigasi adanya rembesan atau terduganya retakan dalam tubuh bendungan. Untuk kebutuhan pendeteksian yang di atas 10m maka digunakan tipe GPR dengan frekuensi 30MHz dengan estimasi kedalaman sampai 40-60m.

Kedalaman yang dicapai GPR hanya bergantung pada jarak antar trasmitter dan receiver tidak bergantung pada spasi lintasan atau tembakan. Kedalaman yang dicapai akan seluruhnya terlihat tidak seperti Geolistrik yang tergantung pada spasi elektroda dan panjang bentanganya. Pemakaian Geolistrik dimaksudkan untuk mendeteksi adanya fluida dalam tubuh bendungan atau zona lemah yang mempunya banyak pori atau lapuk sehingga dalam GPR mendetailkan adanya rongga-rongga atau zona lemah tersebut apakah memang berongga atau hanya zona lemah yang berupa sedimen lapuk.

Rental Alat-alat Geofisika

Berikut alat-alat yang di rentalkan di Seisxplore Geosurvey:

  • Alat Ground Penetrating Radar/GPR/Georadar
    • Merk Mala RTA 25MHz
      • IMG-20160201-WA0002
    • Merk GSSI 200 dan 400 MHz
      • u3
    • Merk IDS 200 dan 600 MHz
      • DSCN1199
    • Merk Opera Duo 250 dan 650 MHz
      • OPERA DUO 2.jpg
  • Ground Magnetik
    • Geometric G-856
      • mag1-a
    • PMG-1
    • GSM-19T
      • 20171215_133609
  • Seismik
    • Seismik Refleksi dan Refraksi 24 dan 48 Channel dari Geometric
    • Downhole Seismic OYO kedalaman sampai 30m
    • Seismik SBP single dan Multibeam
  • Gravity
    • Scientrex
    • Lacoste & Rosberg
  • Geolistrik dan IP
    • Ares 1 dan 2 (48,72,96 channel) spasi 5, 10, 15 dan 20m.
    • Supersting R8 (28 dan 56 channel), spasi 10m dan 25m.
    • SField/Geores Multichannel (48 channel) spasi 5 dan 10m.
    • Naniura single dan semi multichannel (sounding dan Semi Multichannel 41 channel)
    • Iris 48 Channel
      •  

Identifikasi MultiSeam Batubara dengan Metode GPR atau Georadar

Metode geofisika merupakan metode tidak langsung yang digunakan untuk membantu identifikasi berbagai sumber daya alam khususnya batubara. Metode yang relatif lebih cepat,efisien dan mempunyai resolusi tinggi adalah metode GPR atau Georadar (Ground Penetrating Radar).

Pemilihan metode ini harus berdasarkan beberapa kriteria yaitu:

  • Sumber daya yang akan di identifikasi merupakan hasil sedimentasi atau berbentuk layer atau lapisan.
  • mempunyai kedalaman kurang dari 100m.
  • tidak mempunya topografi yang kemiringanya lebih dari 60 derajat (opsional).

Metode ini beberapa kali digunakan untuk identifikasi batubara dengan lokasi rawa dan mempunya nilai kebasahan yang tinggi. Kontras antara sedimen dengan rawa akan terlihat jelas dengan adanya batas lapisan yang menerus. Karena resolusinya tinggi (mensamping ketebalan sampai 40cm) maka sangat memungkinkan untuk menerka dan mengidentifikasi kemenerusan batubara yang berlapisa- lapisa (multiseam). Hasil di bawah adalah data GPR dengan melewati area yang mempunyai seam batubara yang lebih dari 10 seam.

Picture1


Hasil GPR untuk Multiseam batubara

Idenfitikasi Pasir Lepas dengan Metode Georadar

Metode GPR sangat membantu pendeteksian bidang sipil terutama untuk amblasan dan retakan yang mempunyai resolusi tinggi. Dengan penembakan gelombang per 1 second maka setiap langkah operator akan mendapatkan respon trace yang jika di gabungkan seluruh data maka jarak antar tracenya bisa 20cm bandingkan dengan metode lain yang menggunakan spasi lebih dari 5m(paling rapat biasanya). Tetapi ada kasus lain yang memungkinkan menggunakan metode lain sperti geolistrik.

Metode GPR akan sangat cocok jika objek yang dicari berbentuk lapisan atau sedimentasi seperti pasir, gamping, batubara dan lainya.

Untuk identifikasi rongga, data GPR harus di lakukan analisis frekuensi sehingga kelemahan amplitude, dan frekuensi bisa dideteksi yang biasanya berkorelasi dengan zona lemah seperti rembesan dan zona longsor.

model 1model 2model 3model 4

 

Hubungi Kami:

Tlp: 082114266358

Email: roni12404027@gmail.com